Dahlan Iskan Curhat Dulu Ada BUMN Omzetnya Kalah dari Pedagang Bakso, Tapi Susah Ditutup

JAKARTA - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan menyesal tak membubarkan BUMN yang 'sakit keras' saat dirinya memimpin Kementerian BUMN. Menurut Abah (panggilan akrab Dahlan Iskan), jika itu dilakukan kondisi BUMN itu saat ini akan jauh lebih baik.

Curhatan Abah itu diungkapkannya melalui Youtube Channel Akbar Faizal Uncensored sejak, Kamia (6/1) lalu. Pernyataan Dahlan Iskan itu merujuk pada pertanyaan Akbar Faizal yang menanyakan langkah Menteri BUMN saat ini, Erick Thohir dan upayanya 'bersih-bersih' BUMN apakah sudah on the track?

"Waktu itu BUMN yang bergerak di bidang pangan itu kan lemah sekali," ujar Dahlan Iskan seperti yang dikutip, Jumat (7/1).

Ditambahkan Dahlan, kalau boleh dia menyesal, salah satu yang disesalinya adalah kenapa waktu dulu dia justru berusaha menyehatkan BUMN pangan ini.

"Kenapa tidak langsung saja bikin baru yang lebih besar. Itu bagian yang saya menyesal, karena waktu itu masih berharap yang ada ini diperbaiki, kemudian setelah naik diperbesar diperbesar," katanya lagi.

Setidaknya ada dua perusahaan BUMN pangan ketika Dahlan Iskan menjadi Menteri BUMN yang disebutnya sudah jadi mayat namun berusaha ia hidupkan lagi.

"Waktu itu misalnya Sang Hyang Sri atau Pertani, omzetnya dengan penjual bakso di Blok A atau Blok M itu aja kalah. Kita negara yang penduduknya begitu besar, agraris, masak BUMN pangannya begitu kecil dan begitu lemah," tuturnya.

Cita-cita besarnya ketika itu adalah menggabungkan BUMN-BUMN pangan yang "sakit" itu ke dalam holding Pupuk Indonesia, agar bisa memperbaiki kinerjanya.

"Kan Pupuk Indonesia ini raksasa sekali. Sehingga nanti soal pangan, industrialisasinya dibawah Pupuk Indonesia," ungkap Dahlan Iskan.

Dahlan menyesali tidak cukup (waktu) dan terlambat menyadarinya. "Aduh sayang, kenapa dulu saya berusaha menyehatkan dulu, dan gak bisa juga. Mendingan dulu udahlah (dibubarkan) dan ini terlalu kecil."

Dahlan berharap Menteri BUMN saat ini bisa meneruskan cita-citanya yang dahulu tidak tercapai. Apalagi, menurut Dahlan, kondisi saat ini sudah jauh lebih baik.

"Dulu proses ini sulit sekali, karena harus lewat DPR. Tapi kan sekarang DPR sudah ikut apa kata Pemerintah. Sudahlah mumpung begini, besok (BUMN sakit) dikuburkan," pungkasnya. (git/zul)

Baca Juga:

  • UUD 1945 Bukan Diamandemen, Profesor UGM: Sistem Hukum Indonesia Sudah Murtad dari Pancasila.
  • Guntur Romli Gedek dengan Edy Mulyadi, Netizen: Menghina Kalimantan Sama dengan Hina Indonesia.

Berita Terkait

Berita Terbaru