Dana FLPP Sudah Tersalurkan ke 68.785 Debitur

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, penerima dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga pekan ini (per 24 Juni 2020) sebanyak 68.785 debitur.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR, Arief Sabaruddin megatakan, bahwa hingga pekan ini sudah tercatat sebanyak 68.785 debitur menerima dan FLPP.

Sedangkan dari database per 24 Juni 2020 pukul 08.07 WIB, terdapat 173.602 calon debitur terdaftar di aplikasi Sistem KPR Bersubsidi Perumahan (SiKasep), dengan 31.082 dinyatakan belum lolos subsidi checking dan 68.023 dinyatakan lolos subsidi checking.

"Saat ini ada 14.284 calon debitur yang berada dalam proses verifikasi bank. Sebanyak 1.011 calon debitur sudah mengajukan dana FLPP ke PPDPP dan tercatat sebanyak 68.785 debitur telah menerima dana FLPP," kata Arief, Sabtu (27/6).

Arief menuturkan, bahwa Sistem KPR Bersubsidi Perumahan tidak hanya melayani proses pengajuan rumah FLPP, tetapi juga melayani proses pengajuan subsidi perumahan lain, yaitu Subsidi Selisih Bunga (SSB) yang dikelola oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR.

'Per periode yang sama pengajuan SSB pada tahap proses verifikasi bank pelaksana sebanyak 5.606 calon debitur," ujarnya.

Terkait Sistem Informasi untuk Pengembang (SiKumbang), kata Arief, dari data motoring PPDPP tercatat 10.335 lokasi perumahan yang didaftarkan.

"Di mana sebanyak 9.620 lokasi perumahan sudah terintegrasi dengan SiKasep (siap akad)," imbuhnya.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga memberikan tambahan alokasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 1.240 unit kepada Bank Tabungan Negara (BTN).

Penambahan kuota FLPP diberikan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) setelah mengevaluasi Bank Pelaksana yang sebelumnya ditunjuk dan hasil lolos uji pencairan. Bank BTN telah lolos dengan hasil penyaluran di atas target yang dipatok PPDPP.

"Ini akan kita manfaatkan untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi di era new normal. Dan kami juga akan memaksimalkan penyaluran KPR FLPP atau KPR Sejahtera ini sesuai target dan sasaran yang dipatok Kementerian PUPR. " kata Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury.

Pahala optimistis, dapat menyalurkan KPR tersebut akan dapat mencapai target penyaluran KPR tahun ini, baik melalui KPR FLPP maupun dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) maupun Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

"Pandemi covid memang sangat berpengaruh pada demand masyarakat untuk membeli rumah, namun minat tersebut tidak menyurutkan masyarakat untuk memiliki rumah subsidi," ujarnya..

"Disamping itu fasilitas SBUM yang diberikan kepada MBR menjadi stimulus dalam pergerakan kebutuhan rumah pada saat ini," imbuhnya.

Tambahan kuota FLPP maupun SSB akan dapat mendorong penyaluran KPR Subsidi perseroan yang tahun ini ditargetkan dapat mencapai sekitar Rp103,49 triliun. Adapun per 31 Mei 2020, BTN telah merealisaskan KPR FLPP untuk membiayai 46.798 unit atau setara dengan Rp 4,7 triliun.

"Sementara itu, penyaluran KPR Subsidi baik konvensional maupun syariah per Mei 2020 tumbuh 5,95 persen menjadi sebesar Rp102,94 triliun dibandingkan posisi per Mei 2019 yang mencapai Rp95,434 triliun," pungkasnya. (der/zul/fin)

Baca Juga:

  • Usulan RUU HIP Diganti PIP, Munarman FPI: Enggak Usah Pura-pura (Bersikap) Pancasila.
  • Kuat Dugaan Pembunuh Editor Metro TV Orang Dekat, Kemungkinan Motif Asmara Sangat Kecil.

Berita Terbaru