Dari 12 TKP, 10 Pelaku Begal Sepeda Ditangkap, Semuanya Pengangguran

JAKARTA - Terkait kasus begal pesepeda, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menyatakan telah melakukan penyelidikan di 12 TKP.

Dari TKP tersebut, pihaknya berhasil meringkus 10 pelaku di 6 TKP. Mereka merupakan pengangguran. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku rupanya kerap beraksi di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

“Kita baru menyelidiki 12 TKP, kami menangkap 10 pelaku di 6 TKP, kebanyakan mereka adalah pengangguran,” kata Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/11) dikutip dari Pojoksatu.

Nana menambahkan, pihaknya juga tengah memburu pelaku lain, termasuk pelaku begal terhadap anggota TNI di Jakarta Pusat.

Tidak hanya itu, dari beberapa pelaku yang tengah diburu itu, tim juga telah memprofiling terduga sejumlah pelaku tersebut.

“Kita lakukan profiling dalam waktu dekat ada beberapa (pelaku) akan kami ungkap,” ungkap Nana.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memetakan kawasan rawan begal pesepeda di wilayah Jakarta. Pesepeda diimbau untuk tidak bersepeda di kawasan tersebut sendirian.

Pemetaan kawasan rawan begal pesepeda dilakukan oleh jajaran polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Beberapa kawasan rawan begal pesepeda di antaranya Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, dan Jalan Medan Merdeka.

Seperti diketahui, beberapa waktu belakangan ini peristiwa pembegalan terhadap para pesepeda kerap terjadi di sejumlah tempat di Ibukota.

Seperti halnya yang baru dialami Kolonel Pengestu yang menjadi korban begal di sekitaran Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, dekat dengan Gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan). Kejadian terjadi pada pagi ini, Senin (26/10) sekira pukul 06.45 WIB.

Pelaku menggunakan sepeda berusaha mengambil tas Kolonel Pangestu. Di dalam tas, berisi gawai milik Kolonel Pangestu.

Kolonel Pangestu yang menyadari dirinya akan menjadi korban percobaan pencurian, tidak tinggal diam dan berusaha mempertahankan tas yang dipegangnya.

Akibat kehilangan keseimbangan, Kolonel Pangestu terjatuh dari sepeda gowes yang menyebabkan luka robek di pelipis kiri, dan memar di bagian kepala belakang. Melihat korban terjatuh, para begal itu langsung tancap gas melarikan diri.

Polda Metro Jaya langsung membentuk tim khusus untuk memburu pelaku begal terhadap anggota TNI AL.

Tim khusus itu nantinya akan menyelidiki terduga pelaku begal tersebut, apakah terduga pelaku itu merupakan satu komplotan begal pesepeda yang akhir-akhir ini marak terjadi. (fir/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Mahfud Sebut Negara Enggan Minta Bantuan Asing, Luhut: Pemerintah Telah Meminta Bantuan Negara Sahabat.
  • Politisi PDI Perjuangan Kritik Keras soal PPKM, Effendi Simbolon: Presiden Tidak Patuh Konstitusi.

Berita Terkait

Berita Terbaru