Debit Air Bersih Tak Mencukupi, Dua Pimpinan Dewan Siap Lobi ke Daerah Tetangga

SLAWI - Dua Wakil ketua DPRD Kabupaten Tegal akan berusaha keras agar aliran air bersih bisa masuk ke wilayah pantura.
Mereka akan memperjuangkan realisasi adanya sambungan air bersih dengan menjalin komunikasi dengan PDAM Kabupaten Pemalang.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rustoyo, Selasa (7/7) mengatakan, upaya menjalin komunikasi dengan daerah tetangga dikarenakan debit air bersih yang dimiliki oleh Pemkab Tegal kurang mencukupi. Sehingga perlu ada komunikasi yang intens dengan daerah tetangga.

"Sebelumnya sudah ada komunikasi, hanya terhenti dan tidak dilanjutkan lagi. Dan kami yang menjadi wakil rakyat dapil pantura akan berusaha," katanya.

Berangkat dari daerah pemilihan wilayah pantura, tambah Rustoyo, dirinya merasa prihatin dengan kondisi masyarakat di wilayahnya yang kekeringan saat musim kemarau. Karena hampir
setiap tahun saat musim kemarau selalu kesulitan air bersih. Wilayah pantura belum bisa teraliri sambungan air bersih dari PDAM, karena debit air yang dimiliki Kabupaten Tegal tidak menjangkau ke wilayah tersebut.

Hal itu harus dilakukan komunikasi dengan daerah tetangga untuk kerja sama sambungan air ke wilayah pantura.

"Insya Allah akan kami lakukan pendekatan secara politis dengan PDAM Kabupaten Pemalang. Mudah-mudahan ada kesepakatan sehingga masyarakat pantura bisa menikmati air bersih," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal dari wilayah pantura lainnya, Rudi Indrayani mengakui persoalan kekurangan air bersih di wilayah pantura harusnya sudah diselesaikan dari dahulu. Pasalnya, kebutuhan air bersih adalah hak dasar masyarakat. Selain itu, pemenuhan ketersediaan air bersih harus merata di semua wilayah Kabupaten Tegal.

"Harusnya prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ditegakkan. Semua harus mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat lainnya," ucapnya.

Dirinya sudah pernah berkomunikasi dengan PDAM Kabupaten Tegal untuk realisasi jaringan air di wilayah pantura. Bahkan, pihaknya tengah meminta data-data pendukung untuk melakukan komunikasi dengan PDAM Kabupaten Pemalang. Karena potensi pelanggan PDAM di wilayah pantura sangat banyak hingga mencapai 100 ribu pelanggan. Hingga kini, jaringan air milik PDAM Kabupaten Tegal hanya menjangkau wilayah Maribaya, Kecamatan Kramat. Sedangkan, wilayah bagian timur hanya mengandalkan air hujan.

Kalau saat musim kemarau hanya mengandalkan bantuan. Sumber air yang ada hanya untuk mandi dan mencuci. Itu pun sangat tidak layak digunakan. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Viral Video Djoko Tjandra Tidak Diborgol, Mabes Polri Akui Hal Ini.
  • Sindir Din Syamsudin Cs, Denny Siregar Sebut Gerakannya sebagai Koalisi Sakit Hati.

Berita Terkait

Berita Terbaru