Dendam Karena Isteri Pelaku Sempat Disetubuhi Korban Enam Tahun Silam Jadi Motif Penembakan Ustaz

JAKARTA - Warga Kelurahan Kunciran Kecamatan Pinang Kota Tangerang panik usai mendengarkan suara tembakan.
Terjangan peluru panas itu ternyata mengenai Ustaz Arman.

Penembakan itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di RT 02/05 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, pada Sabtu (18/9) malam lalu.

Pelaku penembakan Ustaz Arman alias Alex di Tangerang itu akhirnya bisa ditangkap. Ketiganya yakni M, S dan K yag ditangkap di tempat terpisah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pelaku menembak ketua majelis taklim itu lantaran dipicu sakit hati.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pelaku berinisal M merupakan inisiator alias otak penembakan.

M sakit hati kepada Ustaz Arman karena isterinya disetubuhi saat berobat di kediaman korban.

“M ini adalah yang menginisiator. Motifnya dendam pribadi. Pada 2010 lalu istri pelaku ini berobat ke korban, pasang susuk. Malah disetubuhi korban,” beber Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (28/9) dikutip dari Pojoksatu.

Aksi bejat korban yang berprofesi sebagai paranormal itu terbongkar setelah M mengetahui isi pesan singkat di telepon selular istrinya.

Saat itulah, M kemudian meminta orang lain untuk menghabisi korban.

“Dia membayar 3 pelaku dengan bayaran Rp60 juta untuk menghabisi korban. Satu pelaku lainnya masih DPO,” ujar Yusri.

Untuk diketahui, warga sekitar menyatakan, penembakan itu terjadi usai korban melaksanakan Salat Maghrib atau sekitar pukul 18.30 WIB.

Peristiwa penembakan itu terjadi tepatnya di dekat rumah korban.
Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi, diketahui pria misterius atau orang tak dikenal (OTK) itu menggunakan motor dan memakai jaket ojek online.

Usai menembak Ustaz Arman, pelaku langsung kabur. (fir/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Soal Cuitan Polisi Diganti Satpam Bank, Kapolri: Jangan Antikritik, Introspeksi untuk Menjadi Lebih Baik.
  • Stop Penggunaan Sinovac, Thailand Beralih Gunakan Vaksin yang Efektif Lawan Varian Baru Covid-19.

Berita Terkait

Berita Terbaru