Dicap Radikal, Felix Siauw Mengaku Sangat Percaya Pancasila dan Meyakini Khilafah Ajaran Islam

JAKARTA - Usai namanya disebut-sebut masuk sebagai salah satu ustaz yang dianggap radikal, Ustaz Felix Siauw akhirnya angkat bicara dan mengaku sangat percaya Pancasila.

Felix Siauw menegaskan sangat percaya dengan Pancasila dan tidak mempermasalahkan adanya Pancasila.

“Kita percaya bahwa Pancasila itu nilai-nilai bangsa yang dipilih untuk mendeskripsikan secara singkat sifat-sifat orang Indonesia,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun, Kamis (10/3).

Felix Siauw mengungkapkan hal tersebut saat berbincang dengan Refly Harun dalam sebuah video.

“Ustaz percaya Pancasila?” tanya Refly Harun.

“Percaya, Karena kalo kita berbicara Pancasila, itu kita tidak mungkin berbicara kecuali Pancasila ini ada hubungannya dengan Islam,” sahut Felix Siauw.

Lantas Ustaz Felix juga berpendapat mengenai dirinya dituding masuk urutan kedua sebagai ustaz yang tidak toleran.

“Makanya kita berbicara Pancasila itu, biarlah kita serahkan pada umat dan masyarakat. Apakah menuduh bagian dari pancasilais, apakah mencurigai bagian dari pancasilais,” ujarnya.

Setelah membahas soal Pancasila, Ustaz Felix lantas menyinggung soal khilafah.

Felix Siauw menyebut jika ia meyakini khilafah merupakan bagian dari ajaran Islam.

“Jadi kalo bicara tentang khilafah, khilafah adalah sebuah konsep, kalo ada yang mengatakan khilafah tidak tertulis di Alquran memang benar, sebagaimana diketahui ajaran Islam tidak semua tertulis di dalam Alquran,” ujarnya.

Felix Siauw lantas menjelaskan konsep khilafah secara mendalam.

“Khalifah adalah subjeknya, sedangkan khilafah adalah metode dalam tugasnya,” ujarnya.

“Khilafah adalah cara kerjanya khalifah,” sambungnya

Lanjut Felix Siaw, khilafah merupakan sebuah konsep seperti pancasila namun dalam level yang lebih besar penerapannya.

Sebelumnya, dikutip dari Fajar.co.id, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigadir Jenderal Ahmad Nurwakhid beberkan ciri-ciri ustaz radikal.

Mengajarkan ajaran yang anti-Pancasila dan pro ideologi khilafah transnasional. Mengajarkan paham takfiri yang mengkafirkan pihak lain yang berbeda paham maupun berbeda agama.

Menanamkan sikap antipemimpin atau pemerintahan yang sah, dengan sikap membenci dan membangun ketidakpercayaan (distrust) masyarakat terhadap pemerintahan maupun negara melalui propaganda fitnah, adu domba, ujaran kebencian (hate speech), dan sebaran hoaks.

Memiliki sikap eksklusif terhadap lingkungan maupun perubahan serta intoleransi terhadap perbedaan maupun keragaman (pluralitas).

Biasanya memiliki pandangan antibudaya ataupun antikearifaan lokal keagamaan. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Tabungan Brigadir J Diduga Dikuras Salah Seorang Tersangka Pembunuhnya, Pengacara Keluarga: Orang Mati Kirim Duit.

Berita Terkait

Berita Terbaru