Dicari-cari Jamaahnya Minta Ganti Rugi Rp46 Miliar, Yusuf Mansur: Inget Ayat 5 dari Surah Alam Nasyrah

JAKARTA - Pendakwah kondang, Yusuf Mansur tengah terlilit skandal investasi dalam beberapa tahun terakhir. Pria 45 tahun itupun kini tengah menjadi sorotan publik.

Senin (20/6) kemarin, rumah penceramah yang juga pengusaha di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, didatangi puluhan orang. Mereka adalah jamaah Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, yang berjumlah sekitar 30 orang.

Konon, ke-30 orang itu merupakan perwakilan para jamaah yang menjadi korban investasi batu bara oleh Yusuf Mansur sejak 2009 silam. Kini, mereka menuntut keuntungan dari investasi yang sudah disetorkan ke Yusuf Mansur itu.

Perwakilan para korban, Sekretaris Yayasan Pelita Lima Pilar, Herry M Joesoef, mengatakan Yusuf Mansur tidak ada di rumahnya saat mereka datangi. Mereka mendatangi rumah Yusuf Mansur sejak pukul 09.00 untuk berdialog.

Namun ke-30 orang itu tidak diizinkan masuk, karena Yusuf Mansur tidak berada di rumahnya. Lalu ke manakah bos Paytren itu?

Yusuf Mansur hingga kini belum terdeteksi keberadaannya. Belakangan, Ustaz Yusuf Mansur memberikan kabar bahwa dirinya sehat-sehat saja.

Dia sempat memberikan saran untuk umat di laman twitter pribadinya. “Inna ma'al-'usri yusra. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan,” tulis Yusuf Mansur di laman twit pribadinya @Yusuf_Mansur, Rabu (22/6).

Dalam twit-nya, Yusuf Mansur juga teringat dengan pesan yang disampaikan Ibunya. “Salah 1 pesan ibu saya, Suf, kalo lagi susah, inget ayat 5 dari surah Alam Nasyrah. Karna memang itu janji Allah, beserta kesulitan ada kemudahan,” sambung penceramah kondang itu.

Beberapa jam sebelumnya Yusuf Mansur pun mentwit sebuah pesan yang diharapkan bisa menjadi pegangan hidup umat.

“Buat yang hidupnya kayaknya berat banget, kayaknya gak ada yang mau nolongin, semua gak pada mau bantuin, semuanya pada ngejauhin dah pokoknya. Coba dah baca Ar-Rahmaan. Terus doa dah, karena Allah itu Maha Pengasih. Allah selalu ada buat kita, ketika yang lain nggak,” pesan Mansur.

Tergambar jelas Yusuf Mansur dalam kondisi sehat-sehat saja. Padahal sebelumnya puluhan investor bertanya-tanya kepada ulama kondang itu soal investasi.

Mereka memprotes di luar rumah Yusuf Mansur atas dugaan penipuan investasi batu bara, Senin 20 Juni 2022. Sekitar 30 orang menuju rumah Mansur di Cipondoh, Tangerang menuntut dugaan pertanggungjawaban ulama itu atas investasi mereka di tambang batu bara yang tidak pernah lepas landas.

Menurut seorang investor, perusahaan tambang batu bara, Mansur mengumpulkan Rp46 miliar (US$ 3,1 juta) dari sekitar 250 jemaah masjid di Cibubur, Jakarta Timur.

“Kami pergi menemuinya, dan dia melarikan diri. Kami tidak tahu ke mana dia melarikan diri. Menurut polisi dia berada di Yaman. Versi lain yang saya dengar adalah dia melarikan diri ke Singapura bersama keluarganya. Kami tidak tahu mana yang benar,” tutur Herry Joesoef, perwakilan investor.

Herry menambahkan bahwa Mansur pernah mengklaim bahwa dia telah mengembalikan uang itu kepada satu investor atas nama semua investor, tetapi tidak ada bukti untuk mendukung klaim itu.

Sementara pihak kepolisian menyebut aksi protes di depan rumah Mansur berangsung singkat dan damai, karena para investor bubar dari lokasi setelah mengetahui bahwa Mansur tidak ada di rumah.

Mansur belakangan telah dilanda beberapa skandal investasi. Pada April 2022, dia kehilangan ketenangannya dalam sebuah video viral yang berseru bahwa dia melakukan semua yang dia bisa untuk menghasilkan Rp1 triliun untuk menjaga platform pinjaman peer-to-peer/skema piramida PayTren tetap bertahan.

Mansur pun menghadapi gugatan dari karyawan PayTren selama 20 bulan dari gaji yang belum dibayar.

Kabar lain Putrinya, Wirda Mansur, bergabung dengan salah satu selebriti yang meluncurkan token kripto pada Februari 2022 lalu dengan dukungan dari ulama yang berjanji produk itu akan melampaui bulan dan menuju ke surga. (dis/zul/rtc)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru