Diduga Depresi usai Cerai, Janda Cantik Anak Satu Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Tidur

MOJOKERTO - Diduga depresi usai bercerai, seorang janda cantik di Mojokerto ditemukan tewas dengan cara gantung diri di dalam kamar.

Korban merupakan warga Desa Waruberon Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo. Namun, saat kejadian korban tengah berada di rumah orang tuanya.

Dikutip dari Pojoksatu, korban bernama VIP (25) ditemukan keluarganya tergantung di kamar rumah orang tuannya yang terletak di Desa Wonoploso Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto.

Kejadian tersebut diketahui saat kakak ipar korban hendak membangunkan korban.

Namun karena kamar dikunci dari dalam, orang tua korban meminta agar kakak ipar korban mendobrak pintu kamar.

Setelah pintu kamar korban berhasil dibuka paksa, korban yang berada di dalam kamar sudah meninggal dengan posisi tergantung di jendela kamar.

Kapolsek Gondang Iptu Syaiful Isro mengatakan, korban meninggal dengan cara gantung diri menggunakan alat berupa tali baju.

“Tali baju motif batik warna hijau dengan panjang kurang lebih 100 cm tersebut diikatkan di sela-sela kayu jendela kamar,” ungkapnya dikutip dari beritajatim, Senin (7/6).

Masih kata kapolsek, dari keterangan pihak Puskesmas Gondang yang melakukan visum luar tidak diketemukan luka akibat kekerasan.

Ada bercak warna keunguan di beberapa bagian tubuh korban akibat dari pecahnya pembuluh darah, bukan karena terkena benda tumpul akibat tindak kekerasan.

“Dari keterangan pihak keluarga, korban sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri semenjak bercerai dengan suaminya. Setiap ada permasalahan, emosi korban meluap tidak terkendali dan cenderung menyakiti diri sendiri. Korban mengalami depresi,” katanya.

Dari keterangan pihak keluarga, lanjut kapolsek, ketika sedang marah korban terbiasa merusak dan melempar barang-barang yang ada di sekitar korban.

Sehingga keluarga korban tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi dengan disertai Surat Pernyataan Keluarga.

“Korban baru bercerai dengan suaminya dan memiliki satu orang anak. Dugaan aksi tersebut dilakukan lantaran korban depresi, keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi sehingga korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga,” jelasnya. (dhe/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Laksamana Enam Bulan.
  • Bed Pasien Covid-19 di RSI Penuh, Dua Rumah Sakit Lainnya Tersisa Sedikit.

Berita Terkait

Berita Terbaru