Diizinkan BPOM dan Kantongi Fatwa Halal MUI, Jokowi Disuntik CoronaVac Pagi Ini

JAKARTA - Presiden Joko Widodo dijadwalkan menjalani vaksinasi perdana COVID-19, Rabu (13/1) pagi. Sekretariat Presiden menyatakan telah mempersiapkan dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk pengaturan tatacara vaksinasi terhadap Kepala Negara.

"Rencana penyuntikan vaksin perdana untuk Presiden dilakukan pagi hari," ujar Deputi bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin di Jakarta, Selasa (12/1).

Menurutnya, penyuntikan vaksin perdana terhadap Jokowi akan disiarkan secara langsung melalui live streaming. "Saat penyuntikan perdana tersebut juga akan disiarkan secara live streaming. Jadi prosesnya seperti apa, bisa secara dilihat langsung oleh seluruh masyarakat," jelasnya.

Bey memastikan selama proses vaksinasi, pihak yang terlibat wajib menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak).

Sebelumnya, CoronaVac sebagai vaksin COVID-19 produksi perusahaan Sinovac, telah resmi mendapatkan izin penggunaan darurat atau EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (11/1) lalu.

Pemberian otorisasi darurat itu BPOM mempertimbangkan hasil uji klinik di Indonesia, Brazil dan Turki, yang menunjukkan antivirus SARS-CoV-2 itu memiliki keamanan dan kemanjuran (efikasi) menangkal COVID-19.

Selain itu, vaksin Sinovac juga memenuhi standar WHO (World Health Organization) untuk bisa mendapatkan izin EUA dengan tingkat efikasi minimal 50 persen. Di sisi lain Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan keputusan fatwa kehalalan CoronaVac.

Jokowi sendiri dalam beberapa kesempatan telah menyatakan kesediaannya menjadi orang pertama yang menerima vaksinasi COVID-19 setelah izin EUA dari BPOM dan fatwa kehalalan dari MUI terbit. Hal ini untuk menunjukkan ke masyarakat bahwa vaksin itu aman digunakan. (rh/zul)

Baca Juga:

  • Marah ke Ribka Tjiptaning, Pendukung Jokowi: Anda Tahu Sopan Santun Tidak.
  • Sesuai UU Penerbangan, Ahli Waris Korban Meninggal Sriwijaya Air Terima Rp1,25 Miliar Per Penumpang.

Berita Terkait

Berita Terbaru