Dikenal Jenius saat Kuliah di Universitas Ternama di Jakarta, Cewek Pemutilasi Nekat karena Nganggur

JAKARTA - Kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi terhadap RHW (33) di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat direka ulang, Jumat (18/9) malam. Selama rekonstruksi, dua tersangka DAF (26) dan LAS (27) memperagakan 37 adegan.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan bahwa penyidik menemukan sejumlah fakta baru mengenai identitas pelaku.

"Yang kami baru dapat ternyata tersangka LAS ini adalah seorang sarjana dari salah satu universitas terkenal di Jakarta sini. MIPA atau kimia,” ungkap Yusri kepada wartawan di lokasi rekonstruksi sore tadi.

Yusri menambahkan LAS juga pernah tercatat sebagai mahasiswa dengan prestasi moncer. Sebab, LAS pernah mengikuti olimpiade kimia tingkat provinsi.

Selain itu, LAS juga pernah bekerja di satu perusahaan ternama di Jakarta. Tak hanya itu, LAS juga sering mengajar mahasiswa di bekas kampusnya serta beberapa universitas lain.

Karena pandemi Covid-19 merebak di berbagai daerah di Indonesia, utamanya Jakarta, LAS pun menganggur. LAS akhirnya mengaku berkenalan dengan DAF yang berprofesi sebagi tukang ojek.

“Karena di situasi pandemi saat ini, dia (LAS, red) mengaku bahwa saat ini dia menganggur. Kemudian kenalan dengan tersangka DAF," tutur Yusri.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak di lokasi sama mengatakan DAF dan LAS merencanakan pembunuhan terhadap RHW karena motif ekonomi.

Awalnya LAS menggunakan aplikasi Tinder untuk mencari mangsa yang mau berhubungan ala suami istri dengannya. Skenario awal yang dirancang DAF dan LAS ialah memeras korban.

"Tersangka DAF seolah-olah berperan menjadi suami dari LAS sebelum melakukan pemerasan terhadap korban," tutur Calvijn.

Namun, rencana awal itu tak berjalan. "Apabila pemerasan tidak terjadi, maka kedua pelaku sepakat untuk melakukan pembunuhan," ungkapnya.

Sebelumnya jajaran Polda Metro Jaya menangkap DAF dan LAS pada Rabu lalu (16/9). Kasus itu terungkap setelah polisi menyelidiki laporan tentang hilangnya RHW.

DAF dan LAS menghabisi RHW di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat pada 9 September lalu. Selanjutnya sepasang kekasih itu memotong tubuh RHW menjadi 11 bagian dan menyimpannya di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. (jpnn/zul)

Baca Juga:

  • Kerap Lontarkan Narasi Tendensius, Sekjen PBNU: Gus Nur Gak Kapok Hina NU.
  • Tak Diajak Bahas UU Ciptaker, Presiden Jokowi Singkirkan NU? Said Aqil Bilang Begini.

Berita Terkait

Berita Terbaru