Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC

JAKARTA - Gaji para petinggi Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuat gempar publik, karena mencapai ratusan juta rupiah perbulannya. Dari sejumlah informasi yang beredar, presiden ACT bergaji Rp250 Juta per bulan.

Saat itu, presiden ACT dijabat Ahyudin yang juga sebagai founder ACT. Selain itu, para pejabat di bawahnya juga tak kalah menggiurkan gajinya.

Misalnya seorang Senior Vice Presiden menerima gaji sekitar Rp150 juta, Vice Presiden Rp80 juta, direktur eksekutif Rp50 juta, dan direktur Rp30 juta per bulan.

Diketahui saat ini Ahyudin sudah dilengserkan dari jabatan di ACT pada 11 Januari 2022 lalu. Hal ini diungkapkan oleh Ibu Khajar, Presiden ACT baru yang menggantikan Ahyudin.

“Gaya kepemimpinan beliau yang one men show yang cenderung otoriter sehingga organisasi tidak nyaman, dinasihati dan dia mengundurkan diri,” kata Ibnu saat konferensi pers di kantor ACT, Jakarta Selatan, Senin (4/7).

Di Twitter, warganet pun mengungkap lembaga baru yang didirikan oleh Ahyudin yang menyerupai ACT. “Waspadalah?? Mantan Presdir ACT bikin lapak baru,” ucap akun @tukangrosok__, Selasa (5/7).

Dalam cuitannya, akun ini juga mengunggah foto Ahyudin dengan latar GMC atau Global Moeslim Charity. Dari foto tersebut juga diketahui bahwa GMC mengusung tagar #BebaskanKemiskinan untuk mencari donasi.

Cuitan tukang rosok ini ditanggapi beragam oleh warganet. “Pelapak donatur pertikelir dari menjual ayat dan dalil kemanusiaan. Menggiurkan jasa kelola dana umat,” ucap akun @Sigr****.

“Lapak penipuan ummat dr kaum laknatullah,” beber akun @Bis****. (wartaekonomi/zul)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terbaru