Diminta Mundur Pekan Depan, Wawalkot Tegal Muhammad Jumadi: Saya Sudah Sesuai Aturan

KOTA TEGAL - Desakan mundur dari jabatan wakil wali kota oleh partai politik (parpol) pengusungnya saat Pilwalkot 2018 lalu, direspons Wakil Wali Kota Tegal, Muhammad Jumadi. Pejabat yang akrab disapaa MJ itu menegaskan selama ini dia sudah mengikuti mekanisme dan aturan yang ada.

Jumadi menegaskan tidak ada regulasi maupun aturan yang mengharuskannya mundur sebagai wakil wali kota hanya karena pindah parpol. Jika memang ada aturannya, kata MJ, dirinya siap untuk mengikutinya.

"Sejauh ini tidak ada. Kalaupun ada maka saya pastikan taat aturan,” kata Jumadi.

Menurut Jumadi, dia telah melalui proses yang cukup panjang untuk bergabung dengan PDIP. Termasuk, menyampaikan pengunduran dirinya dari Partai Demokrat.

"Pengunduran diri telah dilakukan secara resmi dengan melayangkan surat pengunduran diri kepada Ketua Dewan Pengurus Daerah Demokrat Jawa Tengah pada 12 April 2021 lalu," ujar MJ.

Jumadi menngungkapkan dirinya memilih bergabung dengan PDIP yang merupakan partainya wong cilik, sesuai dengan identitas Bangsa Indonesia ini. Termasuk sebagai founding father Ir Soekarno, bagaimana bisa untuk mengayomi wong cilik.

Jumadi juga menegaskan, kepindahan itu bukan karena sesuatu hal. Mekasime pengunduran hingga akhirnya berlabuh dengan PDIP pada November 2021 telah sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga tidak menyalahi aturan partai.

“Semuanya saya lalui dengan regulasi yang tepat, sehingga tidak menyalahi apapun aturan partai. Baik secara etika dan moral," pungkasnya.

Sebelumnya, juru bicara partai pengusung Nurfitriani mengatakan pihaknya memberikan waktu seminggu kepada Jumadi untuk bersikap jantan dan gentlemen dengan mundur dari jabatannya. Sebab, posisi yang didudukinya saat ini hasil kerja keras partai pengusung yang mengenakan kepada masyarakat.

"Tetapi, kalau memang tidak mau mundur biar masyarakat yang menilai. Partai pengusung saja di bohongi, apalagi rakyat," tegasnya. (muj/zul)

Baca Juga:

  • Brigadir Joshua 2 Kali Bertengkar dengan Bripka RR di Magelang dan Jakarta, Sebelum Akhirnya Ditembak Mati.
  • Tembakan Bharada E Hanya Lukai Brigadir J, Dahlan Iskan Dapat Bocorannya dari Mahfud MD.

Berita Terkait

Berita Terbaru