Din Syamsuddin: Ada Jejak Digital Berupa Pertemuan, Foto-foto, Tetapi Tidak Pernah Ditindak

JAKARTA - Kekhawatiran soal kebangkitan kembali PKI rupanya dirasakan juha oleh Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin. Sependapat dengan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin menyebutkan, ada jejak digital berupa pertemuan, foto-foto, tetapi tidak pernah ditindak.

Kondisi ini membuat kelompok tersebut, lanjut Din, merasa ada momentum untuk bangkit.

Bahkan, dari pengamatannya, kebangkitan komunis di Indonesia sudah sangat terasa dan bukan hanya gejala.

Fakta kebangkitan itu menurut Din Syamsuddin, dengan mengadu domba dan melakukan upaya penyusupan kekerasan di kalangan Islam.

”Saya kira kasus percobaan pembunuhan atau penikaman atas Syekh Ali Jaber di Lampung bukan masalah sederhana. Dan itu sudah terjadi sebelumnya,” kata Din dalam kanal Hersubeno Arief di YouTube dikutip dari Fajar, Rabu (24/9).

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini mengaku, sudah mengamati sejak 2014. Sepertinya ada situasi politik psikologis yang dianggap kondusif oleh kelompok berpaham komunis untuk bangkit.

“Ini pengamatan saya beberapa tahun. Apakah ini karena ketidaktahuan rezim yang berkuasa akan sejarah komunisme sehingga memiliki pandangannya sendiri,” ujarnya.

Din Syamsuddin mengatakan, upaya kebangkitan ini mencapai puncak ketika berani mengajukan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Namun, dia pastikan kalangan Islam dan TNI tidak akan membiarkan itu. (fajar/ima)

Baca Juga:

  • Jadi Rebutan AS dan China, Indonesia Harus siap-siap Hadapi Perang Dunia III.
  • Depresi Belajar Online, Siswa SMP Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi.

Berita Terkait

Berita Terbaru