Diprediksi Naik Tinggi, Biaya Sewa Penginapan Murah Usai Pandemi Corona

JAKARTA - Pandemi virus corona menjadi pukulan berat bagi industri. Salah satu sektor yang terdampak cukup berat adalah industri penginapan murah.

Bahkan, diprediksi biaya sewa penginapan murah yang terafiliasi dengan aplikasi online meningkat ketika industri pariwisata kembali dibuka. Sebabnya, baik pemilik penginapan maupun penyedia layanan sama-sama terkendala dampak Covid-19.

Salah satu online marketplace pemesanan sewa kamar pribadi, apartemen maupun rumah biasanya menyewakan rumahnya secara harian seperti kamar hotel sehingga bisa jadi penghasilan tambahan.

Harian Telegraph melaporkan saat pandemi usai, hotel akan menerapkan protokol keamanan baru untuk mencegah penularan Covid-19. Hotel perlu menambahkan biaya kebersihan, pengadaan perlengkapan yang baru, dan mengosongkan sejumlah kamar untuk menjaga jarak sosial tamu.

Pengamat industri wisata memprediksi tambahan fasilitas itu bakal menjadi beban biaya hotel dan rumah sewa murah tersebut. Biaya yang bertambah itu akan dibebankan kepada konsumen.

Seorang pakar bahkan mengatakan biaya yang akan dibayarkan konsumen kemungkinan bisa mencapai empat kali lipat. Selain itu, persewaan rumah atau kamar nantinya juga menjadi lebih sulit ditemukan konsumen.

CEO salah satu perusahaan agen real estate, Glenn Kilman, juga menjelaskan saat ini sejumlah pemilik rumah sewa sedang melikuidasi asetnya untuk sementara. Pemilik hunian yang biasa disewakan mengungkapkan masalah yang mereka hadapi selama pandemi.

Mereka terancam harus menjual aset rumah maupun properti untuk membayar utang dan cicilan. Pemasukan yang tidak lancar akibat tidak ada tamu yang menginap.

Itu menunjukkan banyak mitra yang tidak punya cadangan keuangan sebanyak jaringan hotel besar. Para mitra ini juga kemungkinan akan menjual properti mereka untuk dapat menghasilkan uang.

Federal Reserve Bank of St. Louis bahkan mengungkapkan properti yang disewakan dapat dijual dengan harga di bawah nilai pasar.

"Akan ada banyak penjualan yang berkorelasi di daerah-daerah tertentu karena berada di lokasi wisata. Mungkin sejumlah unit properti dalam jumlah besar terjual di daerah tersebut," jelasnya.

Modal dari para pengusaha itu memang tidak sebesar jaringan hotel besar. Akibatnya, banyak dari mereka yang mengalami kesulitan keuangan. Salah satu jalan keluarnya adalah harus menjual aset mereka. (dream/ima)

Baca Juga:

  • Diduga Menyimpang, Inspektorat Temukan Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa di Kecamatan Ketanggungan Brebes.
  • Diduga Menyindir Irjen Ferdy Sambo, Ahmad Sahroni Singgung soal Suami Penyuka Sesama Jenis.

Berita Terbaru