Disekap Selama Enam Bulan dan Hendak Diperkosa, Pekerja Migran Brebes Akhirnya Bisa Pulang ke Indonesia

BREBES - Mujijah (35), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Limbangan Kecamatan Losari Kabupaten Brebes yang disekap oleh majikannya di luar negeri akhirnya bisa pulang kembali ke Indonesia.

Pahlawan devisa tersebut mengaku disekap majikannya selama enam bulan dan sempat akan mendapatkan perilaku tindakan asusila, tetapi berhasil melarikan diri.

Ditemui di kediamannya, Mujijah menceritakan, pada akhir 2019 lalu dirinya menjadi PMI di Arab Saudi. Alih-alih mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan, dirinya mendapatkan perilaku yang kurang mengenakan.

"Akhir 2019 saya berangkat ke Saudi Arabia, namun di sana saya cuma bekerja selama satu bulan saja," ujarnya, Minggu (15/11).

Diceritakannya, setelah bekerja satu bulan tersebut dirinya mendapatkan perilaku yang kurang mengenakan oleh anak dari majikan. Saat itu, dirinya hendak mendapatkan tindakan pelecehan.

"Alhamdulillah itu tidak terjadi. Soalnya saya langsung lari dan laporan ke majikan. Setelah itu, oleh majikan saya diantar ke kantor serikat yang ada di sana (Arab)," terangnya.

"Namun, setelah di kantor itu, HP saya disita dan diisolasi oleh pihak kantor," lanjutnya.

Ditambahkannya, kurang lebih dirinya diisolasi oleh pihak kantor serikat di Arab itu selama enam bulan.

"Selama isolasi itu saya hanya dikasih makan dan tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga saya di Brebes," jelasnya.

"Hingga akhirnya, keluarga yang terus berusaha mencari keberadaan saya, dan pihak kantor memanggil saya dan dipulangkan. Jadi Agustus lalu, saya dipulangkan ke Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perlindungan Pekrja Migran Indonesia (BP2MI) Pusat Benni Ramdhani mengatakan, kejadian yang dialami Mujijah tersebut untuk bisa menjadi pelajaran bagi warga Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri. Salah satunya, dengan mencari agen yang resmi.

"Jadikan ini sebagai pembelajaran buat kita semua. Jangan sampai, ada PMI asal Indonesia yang menjadi korban yang sama," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memberikan bantuan kepada dua mantan PMI asal Kecamatan Losari yang bermasalah. Termasuk Mujijah.

Ditambahkannya juga, kejadian yang menimpa Mujijah merupakan sebagian permasalahan PMI yang dialami di luar negeri. Baik itu, tindakan pelecehan, kekerasan fisik maupun lainnya.

"Jadi ini sebagian contoh dari banyak kasus yang dialami PMI asal Indonesia yang mengalami permasalahan akibat oknum sindikat yang tidak bertanggungjawab," jelasnya.

"Dan kuncinya pemerintah berkolaboratif dan bersinergi dengan berbagai pihak bagaimana melakukan proteksi, tidak memberikan ruang gerak sedikitpun kepada para calo dan lain sebagainya," pungkasnya. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Mahfud Sebut Negara Enggan Minta Bantuan Asing, Luhut: Pemerintah Telah Meminta Bantuan Negara Sahabat.
  • Politisi PDI Perjuangan Kritik Keras soal PPKM, Effendi Simbolon: Presiden Tidak Patuh Konstitusi.

Berita Terkait

Berita Terbaru