Dituding Bagi-bagi Hp dan Uang, Kubu Moeldoko Membantah dan Sebut Skenario Sesat

JAKARTA - Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang beberapa waktu lalu masih menyisakan konflik. Kali ini, kuasa hukum Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut kubu Moeldoko membagi-bagikan handphone dan uang kepada para ketua DPC yang mengikuti KLB tersebut.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Kata dia, Moeldoko tidak pernah membagi-bagi uang dan ponsel kepada peserta KLB di Deli Serdang.

“Tidak ada satu fakta pun yang menunjukkan Pak Moeldoko membagi-bagikan uang dan ponsel sebagaimana yang dituduhkan. Itu adalah karangan bebas, skenario sesat, yang dengan sengaja membuat fitnah dan berita bohong,” ujar Rahmad kepada wartawan, Rabu (20/10).

Rahmad menuturkan, KLB Partai Demokrat di Deli Serdang diselenggarakan oleh DPC, DPD dan kader-kader. Moeldoko tidak sebagai penyelenggara, dan bukan pula donatur KLB Deli Serdang. Moeldoko hanya diminta oleh peserta KLB untuk jadi ketua umum Partai Demokrat.

“Oleh sebab itu, kubu AHY telah memfitnah, telah menebarkan berita bohong dan telah mencemarkan nama baik seseorang yang bisa bermuara ke tindak pidana pencemaran nama baik,” katanya.

Oleh sebab itu, Rahmad meminta kepada kubu AHY untuk segera mengklarifikasi pernyataan tersebut termasuk meminta maaf karena telah dengan sengaja memberikan tuduhan-tuduhan ke Moeldoko.

“Dan kubu AHY meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia, untuk tidak lagi menebarkan fitnah dan berita bohong,” ungkapnya.

Rahmad mengaku sangat menghargai perbedaan pendapat, menghormati proses demokrasi dan hukum. Namun, tidak boleh menebar fitnah, berita bohong atau menyerang pribadi.

“Itu adalah perbuatan tidak terpuji, tidak terdidik, dan itu adalah langkah mundur dalam berdemokrasi,” tegasnya.

Diketahui, Kuasa Hukum DPP Partai Demokrat kubu AHY Mehbob menjelaskan bahwa peserta KLB illegal Deli Serdang berangkat ke lokasi dengan dua cara. Bagi mereka yang bukan ketua DPC langsung berangkat ke lokasi. Namun, bagi mereka yang berstatus ketua DPC terlebih dahulu transit di Jakarta, dan bertemu dengan Moeldoko.

“Kalau untuk ketua DPC, menurut keterangan saksi, setelah mereka bertemu Pak Moeldoko, mereka diberikan uang sebesar Rp25 juta dan satu buah handphone. Jadi kalau Pak Moeldoko selama ini bilang tidak terlibat, itu jelas terlibat, dan di persidangan tadi fakta-fakta itu terungkap,” ujar Mehbob.

Uang sebesar Rp25 juta itu, kata Mehbob, merupakan downpayment alias DP. Karena, setiap ketua DPC tersebut diberikan lagi Rp75 juta setelah KLB illegal Deli Serdang selesai. Jadi totalnya Rp100 juta untuk setiap orang.

“Saat kami mengajukan saksi fakta, lawyer dari pihak penggugat tidak berani memberikan pertanyaan atau bantahan. Jadi secara tidak langsung, dia mengakui fakta itu terjadi,” katanya dikutip dari Jawapos. (jpc/fajar/ima)

Baca Juga:

  • Kecelakaan di Tikungan Jalur Obyek Wisata Guci, Bus Terjun dan Miring Dalam Parit.
  • Bubarkan Paksa Massa, Aksi 212 Teriakkan Brimob Zalim!.

Berita Terkait

Berita Terbaru