Dituding Hina Presiden, Pandji Bingung Reaksi Berlebihan Pendukung Jokowi: Fansnya Gampang Ngamuk

JAKARTA - Pandji Pragiwaksono dituding menghina Presiden Joko Widodo. Lewat salah satu video obrolannya, Pandji mengumpamakan Presiden Jokowi adalah admin Grup WA. Akan tetapi, Jokowi tidak banyak berkomentar, hanya pantau dan membaca obrolan anggotanya. Di situ, Pandji dan rekannya membahas Jokowi sambil tertawa. Pandji pun menjelaskan.

“Ini adalah sikap gue yang lagi rame di sosmed belakangan ini. Gua waktu itu lagi becanda sama mas-mas baju putih. Lagi di Podcast-nya dia, kemudian saat itu isunya adalah seperti yang pernah terjadi beberapa kali sebelumnya,” ujar Pandji.

Pandji menyindir pemerintah soal komunikasi publik.

“Kita enggak ngomongin pemerintah, lajunya pemerintahan dan kualitas pemerintahan. Kita ngomongin aspek komunikasi, sehingga becandaan umumnya,” katanya.

Komika ini mengaku merindukan masa-masa kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Benaran, gue enggak nyangka sama sekali, gua akui sebagai pelawak gua kangen jaman SBY,” ujar Pandji dikutip dari kanal YouTube, Minggu (1/8).

Bukan tanpa alasan Pandji mengaku kangen dengan SBY, sebab di masa-masa kepemimpinannya, orang yang menertawakan pemerintah, dipastikan tidak mendapat kecaman publik apalagi buzzer. Bukan saja di masa SBY, Pandji mengaku juga di masa-masa sebelum era SBY.

“Sejujurnya bukan cuma jaman SBY, zaman ibu Megawati, jamannya Gusdur, jamannya BJ Habibie, tidak di zaman Soeharto. Karena di zaman-zaman tersebut kita masih bisa menertawakan presiden, menertawakan pemerintahan. Zaman Soeharto tidak bisa, karena lu omongan secara terbuka, aib,” katanya.

Pandji mengaku bingung dengan rekasi pendukung Jokowi yang berlebihan.

“Video tahun lalu ramai sekarang, banyak yang tersinggung, dan reaksi tersingung kocak. Umumnya reaksi orang yang tersinggung, A. memang lu sudah pernah melakukan apa? B. Sudah enggak ada job sehingga cari-cari perhatian. Kedua-duanya kayaknya enggak kenal gua, kalau kenal gua enggak akan mampu mengeluarkan pernyataan tadi. Tapi ya udahlah ya,” bebernya.

“Pertanyaannya kalau gue enggak pernah ngapa-ngapain untuk Indonesia, apakah itu berarti gue enggak boleh tertawa-tawa, becanda sama teman gua, enggak boleh gua ngetawain Indonesia? Emang enggak boleh gue ngetawain presiden? Dari dulu kelakuan kita begini, jadi kenapa sekarang berbeda,” tukasnya.

Pandji menegaskan sejak lama sudah membuat lawakan atau roasting tentang presiden atau pejabat. Namun, dirinya heran mengapa harus saat ini jadi heboh.

“Gue ngetawain presiden, pemerintahan, menteri, anggota DPR. Itu bukan sekarang, dari dulu, dari dulu gua enggak kenapa, kenapa ngetawain presiden. Kenapa sekarang lu (netizen) tersinggung? Karena presiden yang sekarang lu dukung? Karena lu suka sama presiden yang sekarang? Jadi, presiden sebelumnya boleh diketawain sama gue, yang sekarang presiden yang lu suka, gue enggak boleh ketawain? itu mah bukan tersinggung itu arogan,” tuturnya.

“Orang-orang yang pada bilang jangan ngetawain presiden segala macam, kayak gue enggak tahu aja elu nge-tweet apa tentang presiden-presiden sebelumnya. Kayak enggak tahu apa, tentang pejabat-pejabat pemerintah sebelumnya, enggak apa lu nyinyir? Kenapa yang lu dukung enggak boleh?" sindirnya dikutip dari Fin.

Dia mengenang bagaimana pada zaman SBY, pernah bercanda cukup parah, salah satunya menyebut SBY nyimeng.

"Pada zaman Pak SBY, sering banget gue becandain. Bahkan, sampai sekarang lu masih bisa nemuin hastagnya, dulu gue bikin hastag mby, karena dulu Pak SBY kerjanya ngeluh mulu. Dan jangankan itu, dulu gua pernah bilang Pak SBY pasti pernah nyimeng, becanda memang konteksnya. Tapi waktu itu enggak kenapa-kenapa, boleh-boleh aja,” ungkapnya.

Menurutnya, yang membuat zaman Pak SBY enak, karena pendukungnya tidak seperti zaman sekarang era Jokowi. Namun, dia memastikan pernyataannya bukan karena dirinya pro-SBY.

“Jangan geer pendukung Pak SBY, itu bukan karena Anda. Karena dulu rakyat kurang peduli sama Pak SBY. Yang buat banyak tersingung karena banyak yang sayang sama Pak Jokowi. Dulu orang enggak sesayang itu sama Pak SBY. Jadi kita becandain Pak Jokowi banyak yang ngamuk karena sayang sama Pak Jokowi. Kayak kita becandain Habib Rizieq, (pendukungnya) ngamuk karena pada sayang sama Habieb Rizieq,” paparnya.

“Tapi bagaimana pun emang lebih enak melawak di zaman tersebut ketimbang di zaman sekarang. Zaman sekarang yang bikin sulit kita becanda, karena fansnya jadi gampang ngamuk,” tukasnya. (fin/ima)

Baca Juga:

  • Keren... Lokomotif Tua Buatan Jerman Sudah Diparkir di Taman Pancasila, Bakal Ada Lampu dan Suaranya.
  • Yusril Ihza Mahendra Dinilai Tidak Punya Etika sebagai Salah Satu Ketum, Mengkhianati Demokrasi demi Kepentingan Pribadi.

Berita Terkait

Berita Terbaru