Dituding Pakai Gelar Palsu, Guntur Romli Sebut Fikri Bareno Terancam 5 Tahun Penjara: Lapor!

JAKARTA - Usai ramai karena salah saat menunaikan ibadah salat Ashar, gelar akademik dari Wakil Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Fikri Bareno kini menjadi sorotan karena diduga palsu.

Pegiat media sosial dan juga aktivis Islam liberal Guntur Romli menyoroti perubahan gelar itu yang berkali-kali terjadi.

Guntur Romli menyebut bahwa gelar Fikri Bareno berubah-ubah. Dia diancam 5 tahun penjara apabila terbukti menggunakan gelar palsu.

"Kalau gelar akademiknya palsu, Fikri Bareno 212-MUI, terancam penjara 5 tahun, Pasal 69 Ayat (1) UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas. Lapor," ancam Guntur Romli.

Guntur Romli menyertakan salah satu tulisan yang memberikan fakta gelar akademik Fikri Bareno yang berubah-ubah sejak tahun 2013.

"Tahun 2013 dia memakai gelar Drs H Fikri Bareno M.Ag MBA. Di situs remi MUI Dr H Fikri Bareni MA. Di Partai Dakwah Ralyat Indonesia (PDRI), menjadi KH, Buya Fikri Bareni Se, MBA M.Ag. Dalam kurun waktu 10 tahun gelarnya berubah 3 kali," demikian tulisan yang diunggah Guntur Romli berupa tangkapan layar.

"Setelah saya cek di Pangkalan DATA.DIKTI semua gelar atas nama Fikri Bareno tidak ada. Jadi selama ibni dia telah menipu umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia dengan gelar palsu," sambung tulisan tersebut.

Adapun nama Fikri Bareno jadi perbincangan setelah dirinya tertangkap kamera melakukan gerakan salat yang keliru ketika aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag).

Fikri Bareno alias Buya Fikri ini terlihat salat di atas mobil komando mengikuti imam dan jemaah yang salat di tengah jalan ketika gelar demonstrasi di Kantor kementerian Agama.

Demo itu menuntut terkait aturan toa masjid oleh Menag Yaqut.

Buya Fikri keliru dalam gerakannya. Dia salah mengikuti imam dan jemaah. Videonya viral dan dihujat banyak orang.

Buya Fikri buka suara terkait viral video dirinya. Dia mengakui kekeliruan itu karena sudah lelah.

"Saat salat ashar ada kekeliruan karena sudah 3 jam berdiri jagain aksi terasa sangat lelah," ucap Buya Fikri dilansir Senin (7/3).

Dia mengatakan bahwa gerakan salatnya salah karena tidak melihat imam secara jelas. Dia pun meminta maaf kepada publik.

Buya juga melakukan salat ulang di Masjid Istiqlal.

"Ketika salat, imam tidak begitu terlihat, jadi saya ada yang salah gerakan karena capek, lupa, dan lain-lain."

"Atas ini saya tidak lakukan sujud sahwi, tapi saya pilih mengulang salat di Istiqlal selesai aksi, saya sudah minta maaf ke publik, saya sudah mohon ampun pada Allah," tuturnya dikutip dari Fin.co.id. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru