Dollar Tembus Rp15 Ribu, Politisi Demokrat: Yang Ramal Jika Jokowi Presiden Bisa Rp10 Ribu Harusnya Malu

JAKARTA - Ancaman resesi global yang sudah di depan mata mulai melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD). Hari ini, 1 USD sudah tembus Rp15.021,00.

Pelemahan rupiah itupun langsung ditanggapi politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana. Dia mengungkit ramalan istri rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro, Lana Soelistianingsih.

Sebelumnya, Lana menyebut jika Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden, rupiah bisa tembus Rp10 ribu. “Dolar tembus Rp15 ribu. Harusnya istri rektor UI yang dulu ngeramal kalau Jokowi jadi presiden rupiah bisa tembus Rp10 ribu malu,” kata Cipta yang dikutip dari akun media sosialnya, Rabu, (6/7).

Apalagi saat ini, Lana Soelistianingsih telah diangkat oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Kepala Eksekutif LPS menggantikan Fauzi Ichsan yang telah berakhir masa jabatannya sejak Februari 2020 lalu.

“Dan sekarang jadi kepala LPS, harusnya malu dan mengundurkan diri. Iya nga sih?,” ujarnya.

Di sisi lain, dia menyebut jika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi Presiden. “Kata Jaenul $ bisa tembus 10 ribu lagi kalau Ganjar jadi presiden,” pungkasnya.

Kurs rupiah hari ini berpotensi melemah terhadap dolar AS. Pelaku pasar masih mencemaskan ancaman resesi global di depan mata yang membuat pemulihan pertumbuhan ekonomi dunia terancam melambat.

Mengutip data Bloomberg, Rabu (6/7) pukul 09.24 WIB, kurs rupiah hari ini tengah diperdagangkan pada level Rp15.013 per dolar AS. Angka ini melemah 19 poin atau 0,13 persen, apabila dibandingkan dengan posisi penutupan pasar spot pada Selasa kemarin di level Rp14.994 per dolar AS.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI), Josua Pardede mengatakan, kurs rupiah hari ini berpotensi melemah terhadap dolar AS. "Kemungkinan pergerakan hari ini ada di kisraran Rp14.950- Rp15.050 per dolar AS," kata Josua.

Josua mengatakan bahwa rupiah hari ini masih tertekan oleh kecemasan pelaku pasar pada inflasi global. Inflasi global semakin mengancam yang ditandai dengan meroketnya inflasi di Amerika Serikat maupun Eropa. (fajar/fin/zul)

Baca Juga:

  • Pistol Glock 17 untuk Tembak Mati Brigadir J Bukan Milik Bharada E, Tapi Milik Ajudan Istri Ferdy Sambo.
  • Brigadir Joshua 2 Kali Bertengkar dengan Bripka RR di Magelang dan Jakarta, Sebelum Akhirnya Ditembak Mati.

Berita Terkait

Berita Terbaru