Dua Ton Garam Ditaburkan Petani dari Atas Jembatan Suramadu, Rizal Ramli: Tidak Ada Niat Menyusahkan Rakyat, Itu Retorika Kosong

JAKARTA - Ekonom senior DR. Rizal Ramli menyoroti aksi mahasiswa dan petani garam di pintu masuk Jembatan Suramadu, Bangkalan, Selasa (13/10) kemarin. Saat aki berlangsung, para pedemo memprotes kebijakan pemerintah dengan berkumpul menutup jalan akses menuju Jembatan Suramadu.

Di sela-sela orasinya, para demonstran lalu menaburkan sekitar dua ton garam. Aksi dilakukan karena harga garam yang merosot drastis dan tidak ada kepekaan dari pemerintah akan nasib petani garam.

Melalui akun Twitter pribadinya, DR. Rizal Ramli mengingatkan kepada publik bahwa pernyataan tidak akan menyusahkan rakyat yang keluar dari pemimpin sebatas retorika kosong seperti yang dikutip dari rmol.id.

Ini lantaran pada kenyataannya, rakyat kecil seperti petani garam di Suramadu tidak mendapat kebijakan yang menguntungkan bagi mereka.

“Ada yang sesumbar: ‘Tidak ada niat menyusahkan rakyat’. Itu hanya retorika-retorika kosong. Tapi kebijakannya berkali-kali sangat-sangat merugikan rakyat,” tuturnya.

Kepada pemerintah, Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu menggarisbawahi bahwa seorang pemimpin tidak dinilai dari ucapan. Mereka akan dinilai merakyat dari tindakan dan kebijakan yang diambil.

“Pemimpin itu dinilai dari tindakan, strategi, dan kebijakan-kebijakannya, bukan dari seringnya ngegombal,” demikian Rizal Ramli. (rmol/zul)

Baca Juga:

  • NU Bukan Padanan Gus Nur, Andi Arief: Jika Maafkan, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah.
  • Sindir Kebakaran Kejagung, Tengku Zulkarnain: yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru