Edarkan Uang Palsu, Kawanan Pelaku di Brebes Terima Imbalan Belasan Juta

BREBES - Tiga kawanan pengedar uang palsu diamankan Satreskrim Polres Brebes, Kamis (15/10). Saat ini ketiganya sudah diamankan di Rutan Mapolres Brebes.

Ketiga pelaku yang berhasil diamankan yakni Riharjo, Kustari dan Slamet Riyadi. Ketiganya merupakan warga Cirebon.

Salah seorang pelaku, Riharjo di depan penyidik mengaku, uang palsu ratusan juta tersebut didapatnya dari temannya. Dirinya diminta untuk mengantarkan kepada orang yang sudah memesannya. Dari aksinya itu, setelah uang palsu tersebut diterima orang yang akan mengambil, dia dan temannya akan mendapatkan imbalan belasan juta.

"Total (uang palsu) yang dibawa senilai Rp500 juta. Setelah uang ini sampai ke yang pesan, saya akan terima imbalan Rp12,5 juta," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga kawanan pengedar uang palsu (upal) di Kabupaten Brebes berhasil diamankan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Brebes, Jumat (2/10). Ketiga pelaku tersebut merupakan warga Cirebon.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto mengatakan, awal mula penangkapan ketiganya berawal saat anggota kepolisian sedang melakukan patroli. Saat itu, ada sebuah mobil sedang terparkir di halaman parkir minimarket masuk Desa Songgom Lor Kecamatan Songgom.

Merasa curiga, anggota kepolisian tersebut langsung menghampiri dan melakukan pemeriksaan. Saat dilakukan pemeriksaan, salah seorang tersangka merasa ketakutan.

"Saat dilakukan pengecekan di dalam kendaraan, petugas menemukan uang palsu dengan pecahan 4.973 lembar atau senilai Rp497.300.000," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, ketiga pelaku sudah diamankan di Mapolres Brebes untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain ketiga pelaku, sejumlah barang bukti yakni uang palsu sebanyak 4.973 lembar pecahan Rp100 ribu juga ikut diamankan. Termasuk satu unit kendaraan roda empat yang digunakan para pelaku.

"Para pelaku diancam Pasal 36 ayat 2 dan ayat 3 dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.(ded/ima)

Baca Juga:

  • NU Bukan Padanan Gus Nur, Andi Arief: Jika Maafkan, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah.
  • Sindir Kebakaran Kejagung, Tengku Zulkarnain: yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru