by

Pertamina Integarsikan Enam Kilang Minyak

JAKARTA – Pertamina kembali bermanuver di tengah derasnya gejolak harga minyak dunia, yang cenderung merugikan negara konsumtif. Salah satu pekerjaan rumah yang tengah dilakukan perusahaan plat merah itu, mengintegrasikan Kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan enam kilang yang berada di lokasi berbeda.

Seperti diketahui TPPI merupakan anak usaha Turban Petro dengan megaproyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban. ”Salah satu yang diintergari yakni GRR Tuban dengan TPPI. Langkah awal membangun pipa penghubung sejauh 7 Km,” terang Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Senin (13/1) kemarin.

Dijelaskannya, restrukturisasi Tuban Petro merupakan bagian dari kilang Pertamina yang mengutamakan aspek fleksibilitas. Di mana mode kilang bisa beralih baik mode petrokimia ataupun migas. Hal ini membuat produksi kilang dapat menyesuaikan dengan permintaan pada saat beroperasi.

Kemudian, lanjut Nicke, dengan pasokan bahan baku yang terintegrasi antara satu kilang dengan kilang lainnya, diharapkan juga bisa meningkatkan efisiensi. Baik sisi pengeluaran operasional maupun pengeluaran modal, sehingga meraih keuntungan (profitability) yang maksimal.

”Dengan tingkat profitability yang maksimal, maka proyek-proyek kilang Pertamina mampu menjadi bisnis yang memiliki sustainability (berkelanjutan). Jadi jelas ya, bahwa proyek kilang kami dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pasar,” terang Nicke.

Ia menyebut, peluang pasar bisnis petrokimia saat ini sekitar Rp40-50 triliun per tahun. Selain itu bisnis petrokimia juga mempunyai margin lebih tinggi dibanding BBM.Nah, aksi koorporasi mengintegrasikan kilang TPPI dengan GRR Tuban tujuannya untuk mengambil potensi itu.

Apalagi, negara telah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untu membeli saham seri B Tuban Petro senilai Rp3,2 triliun. Artinya Pertamina memiliki saham pengendali agar bisa mengembangkan TPPI. (dim/fin/zul/ful)

Comment

Berita Terbaru