Elektabilitas PDIP Masih yang Tertinggi, Pengamat Pertanyakan Surveinya, Ujang: Objektif atau Tidak?

JAKARTA - Terus menjadi partai pemenang dalam pemilihan presiden (pilpres) dua periode berturut-turut tentu menunjukkan elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memang tinggi saat itu. Namun, bagaimana dengan sekarang?

Pada survei yang dilakukan Charta Politika terkait elektabilitas partai politik dalam Pileg 2024, partai berlambang moncong putih itu masih jadi yang tertinggi.

Namun, Pengamat Politik Ujang Komarudin meragukan hasil survei Charta Politik tersebut.

Ujang menilai, survei ini bisa digunakan PDIP untuk memenangkan kembali Pemilu 2024 atau tiga kali kemenangan berturut-turut.

“Bisa jadi ini keinginan PDIP untuk menjadi sejarah dalam perpolitikan Indonesia,” kata pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia ini seperti dikutip dari Pojoksatu, Kamis (23/7).

Namun, keinginan PDIP untuk menang di Pilpres 2024 agak sedikit sulit. Lantaran belakangan ini banyak kasus yang merugikan PDIP.

“Seperti kasus Harun Masiku dan RUU HIP. Belum lagi soal kepemimpinan Jokowi saat ini yang dianggap rakyat tak bagus,” tuturnya.

Menurutnya, hal itu juga akan mempengaruhi elektoral PDIP di Pilpres 2024 nanti.

Terkait hasil survei yang baru saja dirilis Chartika Politika, sambungnya, itu masih perlu dipertanyakan.

Karena masih banyak publik yang meragukan hasil survei tersebut.

“Apakah surveinya objektif atau tidak. Karena kalau objektif itu janggal,” pungkasnya. (pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Gatot Nurmantyo Menyebut Keturunan PKI Banyak yang Masuk PDI Perjuangan: Semakin Hari Semakin Real.
  • Usahanya Ada yang Disuntik Rp71 Miliar, Harta Gibran Hanya Rp21 Miliar, Iwan Sumule: Bulshitts Banget!.

Berita Terkait

Berita Terbaru