Elon Musk Mengancam Twitter, Gara-gara Data Akun Palsu

JAKARTA - Twitter dituding Elon Musk sudah melanggar material dari perjanjian merger. Dengan hal ini, Musk memiliki hak untuk tidak melanjutkan kesepakatan, menurut dokumen yang diajukan pihaknya ke regulator sekuritas.

Elon Musk mengancam bakal menarik tawarannya membeli Twitter jika perusahaan jejaring sosial itu gagal memberikan data akun palsu.

Sebelumnya, Musk juga telah mengatakan melalui akun Twitter miliknya bahwa dia bisa membatalkan kesepakatan jika kekhawatirannya tidak ditangani.

Menurut Musk, jumlah bot sebenarnya mungkin empat kali lebih banyak dari perkiraan yang diberikan Twitter.

Bot dapat digunakan di media sosial untuk menyebarkan berita palsu atau menciptakan kesan terdistorsi tentang seberapa luas informasi dikonsumsi dan dibagikan.

Dokumen pengajuan Musk menandai eskalasi pernyataan Musk yang sebelumnya menyoroti perihal akun palsu yang bisa menimbulkan pembatalan kesepakatan sebesar USD 44 miliar untuk mengambil alih Twitter.

Ancaman tersebut juga menandai pernyataan Musk yang disampaikan secara tertulis.

Sebelumnya pada April, Musk menyetujui kesepakatan untuk membeli Twitter.

Namun, pada pertengahan Mei, dia mulai menyinggung mengenai kekhawatirannya terhadap akun palsu yang beredar di Twitter.

Di sisi lain, menurut CEO Twitter Parag Agrawal, kurang dari lima persen akun yang aktif pada hari tertentu di Twitter adalah bot, tetapi analisis tidak dapat direplikasi secara eksternal untuk menjaga kerahasiaan data pengguna.

Namun, Musk telah mengabaikan tanggapan dari Twitter tersebut dan menegaskan kembali sikapnya itu pada Senin (6/6) seperti dikutip dari AFP. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru