Empat Bulan Terakhir, Sampah Menggunung dan Kerap Berserakan di Tepi Jalan Nasional, Anggota Dewan: Kumuh

SLAWI - Anggota DPRD Kabupaten Tegal sangat menyayangkan sampah yang berserakan di tepi jalan nasional. Sepertinya, sampah yang berserakan di lahan bekas relokasi pedagang Pasar Margasari itu, dibiarkan menggunung dan tidak diangkut oleh armada sampah dari dinas terkait.

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Tegal Haji Mumin, Kamis (29/4) mengatakan, sejak pedagang menempati bangunan pasar yang baru, lahan bekas relokasi itu justru menjadi tempat pembuangan sampah.

Warga membuang sampah sembarangan di lokasi itu. Sehingga nampak kumuh dan tidak sedap dipandang mata. Lahan bekas relokasi pedagang Pasar Margasari itu berada di Desa Margasari.
Tepatnya di kawasan hutan yang berlokasi di sebelah timurnya Pasar Margasari.

"Kondisi sampah yang menggunung itu, terjadi sejak 4 bulan terakhir. Warga yang membuang sampah di tempat tersebut, mayoritas dari berbagai desa di bagian timur," katanya.

Warga beranggapan, tambah Haji Mumin, bahwa itu adalah tempat pembuangan sampah. Sehingga warga secara sembarangan membuang sampah di sana.

"Sepertinya dinas terkait enggan mengangkut sampah itu karena minimnya armada truk," tambahnya.

Selain itu, lanjut Haji Mumin, warga yang membuang sampah juga tidak membayar retribusi. Sehingga dinas membiarkan sampah hingga menggunung. Mestinya, pemerintah tidak berprinsip demikian. Sampah harus segera diangkut karena bisa menyebabkan penyakit.

"Pemkab Tegal jangan berpikir itu ada retribusinya atau tidak. Prinsipnya, pemerintah juga harus tanggung jawab dengan adanya sampah yang menggunung itu," tambahnya. (guh/ima)

Baca Juga:

  • 18 Orang Terjaring Razia Kos-kosan, Ada yang Sedang Asik Bertiga di Kamar.
  • Bantai Satu Keluarga dengan Sadis, Sembilan Anggota Teroris MIT terus Diburu.

Berita Terkait

Berita Terbaru