Film Karya Putra Kepunduhan Menjadi Pembuka Festival Family Sunday Movie

SLAWI - Kemenparekraf melalui Direktorat Musik Film dan Animasi melaunching Festival Family Sunday Movie (FSM) melalui daring, Senin (29/11) pukul 09.00-11 WIB.

Film Krenteg yang diproduksi oleh Desa Sinema Kepunduhan Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal dipilih menjadi film pembuka.

Sutradara film Ki Marjo Klengkam Sulam, berdiskusi langsung dengan Menteri Parekraf Sandiaga Uno mengenai perkembangan komunitas film di Indonesia, khususnya di Tegal.

Kata Ki Marjo, Desa Sinema Kepunduhan berangkat dari sebuah komunitas kecil yang mewadahi potensi kreatif penggarapan film sejak tahun 2013. Komunitas yang anggotanya memiliki latar belakang berbeda-beda seperti pelajar, mahasiswa, petani, pedagang, buruh, pegawai negeri (ASN) fotografer, guru, dan lain-lain ini, kemudian mendapatkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat, serta jejaring maupun komunitas film.

Saat dialog dengan Sandiaga Uno, tambah Ki Marjo, pihaknya menyampaikan antara lain, memohon kepada pemerintah pusat dan daerah untuk mengapresiasi serta menyelenggarakan banyak kegiatan untuk para sineas berkarya lebih giat lagi dalam membuat film yang berkualitas, menginspirasi, mengedukasi sekaligus menghibur masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tegal Bambang Kusnandar Aribawa menyatakan salut dan bangga atas semangat para pegiat/komunitas film Desa Sinema Kepunduhan yang selama ini terus berkarya menghasilkan film-film pendek atau film dokumenter yang bermanfaat dan menginspirasi masyarakat Kabupaten Tegal.

Pada tahun 2019 lalu, Dinas Kominfo menginisiasi penyelenggaraan Festival Film Tegal (FFT) yang diikuti banyak pegiat film baik pelajar, mahasiswa, pemuda dan masyarakat umum.

Pada tahun 2020, FFT ditiadakan karena masa pandemi Covid-19 kemudian pada 2021 ini kembali dilaksanakan secara virtual.

Meskipun secara virtual ternyata tetap mendapat respons yang cukup baik dari para pegiat/komunitas film. Tidak kurang dari 34 film dikirim ke panitia FFT.

Mulai tahun depan akan dilaksanakan agar lebih menggelora lagi dan pesertanya tidak hanya dari Kabupaten Tegal. Namun juga dari daerah lain bahkan mudah-mudahan bisa tingkat nasional. Sehingga melalui film nantinya Kabupaten Tegal akan dikenal di kancah nasional bahkan dunia. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Pemkab Tegal Kecolongan, Ditutup 2017 Ternyata di Eks Lokalisasi Peleman Masih Ada yang Terima Tamu.
  • Terduga Pembunuh Wanita Muda di Peleman Disebut Serahkan Diri ke Polisi.

Berita Terkait

Berita Terbaru