Ganjarist Dituding Rocky Gerung di Balik Munculnya FPI Reborn Ulah, Jubir PSI: Sedang Error

JAKARTA - Analisa Rocky Gerung yang menduga kemunculan massa aksi FPI reborn adalah ulah pendukung Ganjar Pranowo (Ganjarist) mendapat sorotan banyak pihak.

Salah satunya dari Juru bicara (Jubir) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ariyo Bimmo Soedjono.

"Kurasa bang Rocky sedang error. Tuduhanya tak berdasar, meski secara keren dia bilang analisis. Istilah islamophobia juga fiktif," tulis Ariyo pada Kamis (9/6).

Jubir PSI Ariyo mengatakan, Rocky Gerung telah keliru. Selain itu, tuduhannya terhadap Ganjarist sebagai penyebab adanya FPI Reborn masih tidak memiliki dasar yang kuat.

Ariyo meneruskan jika hasil analisa Rocky Gerung yang menilai adanya Islamophobia masih belum diketahui kebenaranya.

Pernyataan Ariyo terhadap Rocky Gerung tersebut diketahui melalui akun Twitter pribadiya bernama @aryobimmo.

Ariyo pun mentautkan akun Twitter pegiat media sosial Eko Kuntadhi ke dalam cuitanya.

"Bener dugaamu mas @_ekokuntadhi," ujarnya.

Sebelumnya, Rocky Gerung menduga Front Persaudaraan Islam (FPI) yang mendeklarasikan Anies Baswedan, diakomodir oleh Ganjarist. Dugaan tersebut berdasarkan hasil analisanya.

"Orang langsung tahu ini kerjaan Ganjarist. Jadi bukan kita tuduh. Tapi kita analisis. Kan persaingan yang ketat Anie Ganjar secara ideologis," ujar Rocky Gerung melalui kanal YouTube-nya.

Dia menilai, ada pihak yang ingin membuat citra Anies buruk bahwa seolah diasuh oleh FPI dan HTI.

"Jadi seolah-olah Anies itu diasuh oleh 212. Diasuh oleh FPI, diasuh oleh HTI kan jahatnya di situ," ucapnya.

Lebih lanjut, Rocky Gerung menyoroti para pendukung Ganjar yang ramai-ramai menyebar aksi FPI 'palsu' itu di media sosial.

Dia mengatakan cara mereka menyerang Anies dengan FPI palsu itu semakin membuat publik curiga.

"Apalagi mereka yang nyambar isu itu lalu kemudian promosikan ke media sosial, Itu pasti Ganjarist dong. Kan gampang betul baca itu kan," kata Rocky Gerung.

Diketahui, FPI telah membantah melakukan aksi deklarasi dukungan kepada Anies Baswedan sebagai Capres 2024.

FPI menduga ada pihak tertentu yang menggerakkan massa dengan mencatut nama FPI.

"Ada Gerakan Intelijen yang sangat berbahaya menggerakkan massa tidak dikenal dengan menggunakan nama dan bendera bertuliskan FPI serta pakaian serba putih, untuk melakukan Deklarasi Capres tertentu pada Pemilu 2024 yang akan datang nanti di Bundaran Patung Kuda Jakarta pada siang hari Senin, 6 Juni 2022" kata Ketua Umum FPI Muhammad Alatas lewat keterangan tertulis.

Dia mengatakan, beberapa hari sebelumnya telah beredar undangan aksi tersebut dengan kop surat FPI yang dipalsukan tanpa dibubuhkan tanda tangan mau pun stempel dengan mengatasnamakan M Fahril sebagai Koordinator Aksi.

"DPP Front Persaudaraan Islam sejak berdiri hingga saat ini tidak pernah terlibat dalam Aksi Dukung Mendukung Capres 2024 mana pun, dan DPP FPI pun hingga saat ini belum menentukan sikap apa pun terkait Capres 2024," ujar Alatas dikutip dari Fin.co.id. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru