Gara-gara Kalah Judi, Anak Tega Bunuh Ibu Kandung Lalu Jasadnya Dicabuli

BANGKA TENGAH - Apa yang dilakukan Jamal Mirdad (31), warga Desa Pinang Sebatang Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Bangka Belitung, benar-benar sadis. Dia tega-teganya membunuh ibu kandung sendiri, Fauziah (59), usai kalah judi.

Jamal yang sudah kalap menghabisi ibu kandungnya sendiri itu dengan membekap kepala korban yang sedang tidur hingga tewas. Biadabnya lagi, Jamal juga sempat mencabuli sang ibu.

Fakta-fakta itu terungkap usai tersangka melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan yang menggemparkan itu di halaman Polres Bangka Tengah (Bateng), Senin (27/6) lalu.

Aksi pembunuhan dilakukan Jamal, Jumat (24/6), sekitar pukul 02.30 dinihari WIB. Dalam reka ulang itu, Jamal memperagakan 17 adegan yang langsung diperagakan tersangka.

Ada pula 4 orang saksi yang terlibat dalam rekonstruksi, yakni 3 orang teman korban dan seorang tetangganya. Reka ulang itu diawali dari niat pelaku yang berencana mencuri harta ibunya.

Niat jahat Jamal mencuri harta sang ibu, tak lain untuk membayar utang-utangnya akibat bermain judi, Kamis (23/6) sore, sekira pukul 17.30 WIB. Usai kalah berjudi, pelaku pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, Jumat (24/6) dinihari WIB, Jamal melihat ibunya sedang tidur di ruang tamu. Jamal kemudian membekap ibunya yang tengah tidur pulas hingga kehabisan napas.

Aksi kejahatan Jamal tidak berhenti sampai di situ. Setelah menghabisi nyawa ibunya, pelaku lalu merusak jendela rumah dan mencabuli ibunya.

Skenario cerita itu sengaja dibuat seolah-olah ibunya menjadi korban perampokan dan pemerkosaan. "Semua terlihat dalam rekonstruksi, pelaku memperagakan sebanyak 17 adegan,” kata Kapolres Bangka Tengah, AKBP Moch Risya Mustario didampingi Kasat Reskrim Polres Bateng, AKP Wawan Suryadinata, usai proses rekonstruksi seperti yang dikutip dari babelpos.com.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP Pasal 338 KUHPidana atau pasal 45 ayat (1) subsider ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004. Pelaku terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun atau denda paling banyak Rp45 juta. (sak/ynd/zul)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terkait

Berita Terbaru