Gara-gara PPKM Darurat, Sampah di Pemalang Menumpuk

PEMALANG - Produksi sampah dari sektor rumah tangga di Kabupaten Pemalang melonjak sejak diberlakukannya PPKM Darurat 3-20 Juli lalu.

Kondisi ini membuat beberapa tempat pembuangan sampah (TPS) mengalami over kapasitas. Imbasnya, sampah tumpah ruah sampai ke pinggir-pinggir jalan hingga terlihat kumuh.

Kekumuhan itu salah satunya juga terlihat di TPS Kebondalem Kecamatan Pemalang. Di lokasi itu sampah membludak berceceran hingga tumpah ke jalanan, karena pembuangan sudah tak menampung.

Kepala Unit Kebersihan dan Persampahan DLH Pemalang, Slamet Sugisto, mengatakan, ada kenaikan produksi sampah selama PPKM darurat, utamanya dari sektor rumah tangga.

"Kalau hari-hari biasa maksimal 200 ton perhari, sekarang 220 ton lebih, kenaikanya dari sampah rumah tangga, karena dari sektor pasar saat ini justru malah berkurang," katanya saat dihubungi radartegal.com, Kamis (22/7).

Dijelaskan Sugisto, selama PPKM darurat, diperkirakan masyarakat memilih menampung persediaan kebutuhan harian karena lebih banyak beraktivitas di rumah. Di samping itu banyak warga yang membeli makanan dengan dibungkus.

Meningkatnya produksi sampah ini kemudian semakin diperparah dengan ditutupnya sejumlah akses jalan.

"Karena banyak akses jalan ditutup akhirnya masyatakat membuang sampah hanya di TPS strategis, seperti Kebondalem yang sampai overload," sambungnya.

Selain TPS Kebondalem, kondisi over kapasitas menurutnya juga dialami di TPS Pagaran dan Taman.

"Biasanya kita cukup satu armada untuk mengangkut sampah di TPS Kebondalem, sekarang minim dua armada, bahkan kemarin sampai kita datangkan enam mobil hanya untuk menguras sampah Kebondalem," pungkasnya. (sul/zul)

Baca Juga:

  • Mahfud Sebut Negara Enggan Minta Bantuan Asing, Luhut: Pemerintah Telah Meminta Bantuan Negara Sahabat.
  • Politisi PDI Perjuangan Kritik Keras soal PPKM, Effendi Simbolon: Presiden Tidak Patuh Konstitusi.

Berita Terkait

Berita Terbaru