Gawat, Ada 14.000 Senjata Nuklir yang Ditimbun di Seluruh Dunia

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengatakan bumi bisa menuju 'pemusnahan nuklir' dengan ancaman mencapai level tertinggi dalam empat puluh tahun.

"Penghancuran atom massal diduga semakin "sangat dekat", karena adanya perlombaan senjata nuklir dunia," kata Guterres melalui cuitan, dikutip Senin (27/9).

Dengan begitu, Guterres mendesak negara-negara yang bersalah telah "menimbun hampir 14.000 senjata nuklir" untuk menandatangani Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif dengan harapan akan mencegah krisis tersebut.

Peringatan mengerikan itu muncul setelah beberapa negara terbesar di dunia telah menguji dan "memamerkan" senjata destruktif yang kuat dan dapat mengakibatkan konflik yang tidak dapat dibalikkan.

"Sekarang adalah waktunya untuk berhenti menggunakan konflik nuklir untuk selamanya, menghilangkan senjata nuklir dari dunia kita, dan mengantarkan era baru yaitu kepercayaan dan perdamaian," terangnya .

Dilansir dari laporan The Sun, aliansi baru dengan Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Australia semakin meningkatkan ketakutan akan kemungkinan Perang Dunia Ketiga.

Jenderal tersebut sebelumnya telah berbicara tentang keprihatinannya dengan Korea Utara, China, dan AS yang tidak mendukung Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif.

Pakta perdamaian ini pada awalnya ditandatangani oleh 185 negara pada tahun 1996 tetapi belum berlaku selama dua puluh tahun kemudian. "Kami terlalu lama berada dalam keadaan yang tidak pasti ini,” pungkasnya. (fin/zul)

Baca Juga:

  • Polisi Sederhana dan Jujur, Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional.
  • Tes SKD Cuma Tujuh Detik, Ternyata CASN Ketahuan Curang Kerjakan soal Pakai Software.

Berita Terkait

Berita Terbaru