Gawat! Klaster Covid-19 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Tegal Tersebar di Hampir Semua Puskesmas

SLAWI - Klaster kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal semakin meluas. Selain keluarga juga klaster terjadi di lingkungan tenaga kesehatan. Bahkan, klaster ini tersebar hampir di seluruh puskesmas di Kabupaten Tegal.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tegal dr Joko Wantoro, Kamis (15/10) mengatakan, hampir semua puskesmas ada kasus positif Covid-19, tetapi tidak seluruhnya. Disebut sebagai klaster puskesmas, karena kemungkinan terjadi di puskesmas.

Meski terjadi klaster puskesmas, tetapi dirinya tidak tahu secara detail jumlah tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19.

"Jumlah tenaga kesehatan yang positif di setiap puskesmas bervariasi. Mulai dari 1 orang hingga 5 orang. Saat ini, mereka sedang menjalani isolasi di rumah sakit dan sebagian isolasi mandiri.
Mayoritas mereka OTG (orang tanpa gejala)," katanya.

Jumlah pasien positif Covid-19, tambah Joko Wantoro, di Kabupaten Tegal juga bertambah. Terhitung per hari Kamis, 15 Oktober 2020, jumlahnya sudah mencapai 514 orang. Saat ini, posisi Kabupaten Tegal di urutan ke-22 dalam peningkatan Covid-19 di Jawa Tengah.

"Lonjakan kasus Covid-19 ini terjadi setelah Idul Adha. Tepatnya di bulan September," tambahnya.

Kabupaten Tegal terbagi menjadi 18 kecamatan, lanjut Joko Wantoro, dari jumlah itu, 9 kecamatan di antaranya dikategorikan zona merah. Sedangkan 9 kecamatan lainnya, zona kuning. Meski begitu, dia tidak menyebutkan secara rinci kecamatan tersebut. Dia hanya menambahkan, desa yang zona merah sebanyak 68, zona kuning 37 dan zona hijau 112 desa. Dirinya minta pada masyarakat untuk tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan. (guh/ima)

Baca Juga:

  • NU Bukan Padanan Gus Nur, Andi Arief: Jika Maafkan, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah.
  • Sindir Kebakaran Kejagung, Tengku Zulkarnain: yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru