Gde Siriana Berreaksi Keras Lihat Inisiator KAMI Diborgol: Ini Penghinaan Terhadap Rakyat dan Demokrasi!

JAKARTA - Deklarator dan Komite Politik KAMI Gde Siriana berreaksi keras saat melihat beberapa pimpinan dan inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) diborgol seperti pesakitan.

Para tokoh KAMI terlihat mengikuti jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10) dengan tangan terborgol.

Dia menilai, hal itu sebagai perlakuan yang menyinggung rakyat dan sistem politik yang ada di Indonesia.

"Ini penghinaan terhadap rakyat dan demokrasi," ujar Gde Siriana Yusuf dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/10).

Lebih lanjut, direktur Indonesia Future Studies (INFUS) ini mengharapkan pemerintah memperlakukan sebaik-baiknya para aktivis KAMI tersebut, dan juga ke depannya untuk pihak-pihak yang menggunakan hak menyampaikan pendapatnya.

Jangan justru, kata Gde Siriana, mereka-mereka yang menjadi aktivis politik ditampilkan dalam jumpa pers dalam keadaan yang sama persis seperti pelaku kriminal lainnya.

"Aktivis politik diperlakukan bak kriminal dengan koruptor dengan tangan diborgol. Bukan seperti ini cara menghadapi perbedaan pendapat," demikian Gde Siriana Yusuf.

Sebelumnya, Polri telah menangkap delapan orang yang tergabung dalam KAMI. Empat orang yang diamankan di Medan dan telah ditetapkan sebagai tersangka antara lain Juliana, Devi, Khairi Amri dan Wahyu Rasari Putri.

Sedangkan empat orang lainnya diamankan di Jakarta. Di antaranya, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Kingkin. Semuanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. (rmol.id/ima)

Baca Juga:

  • NU Bukan Padanan Gus Nur, Andi Arief: Jika Maafkan, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah.
  • Sindir Kebakaran Kejagung, Tengku Zulkarnain: yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru