Gelontorkan Rp40 Miliar, Waduk Cacaban Segera Direhabilitasi

SLAWI - Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran Rp40 miliar untuk merehabilitasi Waduk Cacaban. Perbaikan akan dimulai pada bulan Oktober ini guna meningkatkan fungsi operasional dan keselamatan bendungan.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana Dirjen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Muhammad Adek Rizaldi, Sabtu (17/10) mengatakan, pemerintah berencana merehabilitasi kawasan yang juga berfungsi sebagai destinasi wisata andalan Kabupaten Tegal. Anggaran sebesar Rp40 miliar telah disiapkan untuk membiayai sejumlah pekerjaan di dalamnya.
Rehabilitasi bendungan Waduk Cacaban masuk dalam skala prioritas dari proyek peningkatan operasional dan keselamatan bendungan tahap 2 atau Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP2).

Kegiatan remedial atau rehabilitasi Waduk Cacaban akan dimulai bulan Oktober 2020 dan berakhir pada bulan Desember 2021 mendatang.

"Remedial yang dimaksud adalah menata ulang kawasan bandungan. Kegiatan remedial di Waduk Cacaban ini rencananya akan dilakukan di dua lokasi, yaitu remedial pekerjaan tubuh bendungan dan penataan kawasan di sekitar bendungan, di samping ada perbaikan pada spillway dan pengerukan sedimen,” katanya.

Selain memiliki fungsi pencadangan air, tambah Muhammad Adek Rizaldi, di musim kemarau memberikan manfaat besar bagi masyarakat petani dan pelaku usaha lainnya, keberadaan bendungan juga menyimpan potensi bahaya yang sangat besar.

Pekerjaan remedial Waduk Cacaban ini harus segera dilakukan karena usianya yang sudah terbilang tua, sekitar 62 tahun sejak pertama kalinya beroperasi di tahun 1958. Selain itu, dalam perkembangannya, ada pemanfaatan lahan yang tidak sesuai peruntukannya terutama di bagian tubuh bendungan yang berada di pintu satu, yaitu aktivitas pariwisata.

"Kami harus merevitalisasi ruang pada tubuh bendungan ini dengan mensterilkannya dari aktivitas seperti pariwisata dan merelokasinya ke tempat lain yang lebih aman," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Kementerian PUPR. Dirinya menilai, pekerjaan remedial tersebut sangat menguntungkan. Tidak hanya bagi masyarakat petani, tetapi juga pelaku usaha pariwisata. Melalui proyek ini, maka impian selama ini untuk menguatkan kembali citra Waduk Cacaban sebagai destinasi wisata unggulan dan andalan Kabupaten Tegal bisa segera terwujud.

Di hadapan warga pedagang dan pemilik perahu, dirinya menitip pesan, agar mereka bersabar, merelakan tempat usahanya direlokasi ke tempat yang sudah ditentukan, termasuk mengalihkan usahanya selama lima hingga enam bulan ke depan sampai lokasi yang baru nantinya siap ditempati.

Dirinya yakin, dengan tertatanya kawasan ini, ditunjang promosi, nanti jumlah wisatawan yang datang akan meningkat tajam. Dirinya sudah titip pesan ke dinas pariwisata agar daya tarik objek wisata di Waduk Cacaban ini tidak hanya menyuguhkan wisata alam dan fasilitas kenyamanan bagi para wisatawan tetapi tempat permainan lain. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Jadi Rebutan AS dan China, Indonesia Harus siap-siap Hadapi Perang Dunia III.
  • Karikatur Nabi Diributkan, Denny Siregar: Mereka Bahkan Tidak Membaca Kisahnya.

Berita Terkait

Berita Terbaru