Gendeng! Pendemo Tolak UU Cipta Kerja Dicekoki Narkoba Biar Berani Serang Polisi, Tiga Pengedar Diciduk

CIANJUR - Seorang pemuda berinisial AU ditangkap polisi saat demo menolak UU CiptaKerja di depan Gedung DPRD Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu.

Saat itu, AU menunjukkan gelagat tidak biasa yang akhirnya membuat petugas curiga. Saat dilakukan penggeledahan badan, polisi menemukan sejumlah obat-obatan psikotropika dari AU.

Selain AU, jajaran Satnarkoba Polres Cianjur juga berhasil membekuk dua pengedar narkoba jenis obat-obataan psikotropika lainnya.

Yang cukup mengejutkan, barang haram itu sengaja dijual kepada para pendemo saat menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

Dari tangan ketiga tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti 600 butir obat-obatan psikotropika jenis Riklona.

Dikutip dari Pojoksatu, Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai membenarkan jika kasus ini berawal dari penangkapan AU.

“Akhirnya langsung kita amankan dan tes urine. Ternyata hasilnya positif narkoba,” tutur Rifai di Polres Cianjur, Kamis (15/10).

Dari penangkapan AU itu, polisi melakukan pengembangan dan didapati nama pengedar lain berinisial JA dan IF.

“Dari JA dan IF ini akhirnya kita dapatkan barang bukti berupa ganja kering siap edar,” sambungnya.

Kepada penyidik, AU mengaku bahwa dirinya hanya memiliki obat-obatan psikotropika itu hanya yang terdapat di kantongnya saja.

Akan tetapi, pengakuan itu tak dipercaya penyidik yang langsung melakukan penggeledahan di rumah AU di Kecamatan Pacet, Puncak.

Hasilnya, polisi mendapati ratusan butir obat-obatan psikotropika lainnya.

Sedangkan di rumah IF, polisi menemukan empat bungkus kertas warna coklat berisi ganja.

“Jadi, total kita amankan barang bukti psikotropika sebanyak 600 butir dari tersangka AU ini,” ungkap Rifai.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, mantan kasubdit Jatanras Polda Jawa Barat ini mengungkap, ada fakta mengejutkan lainnya.

Bahwa obat-obatan psikotropika ini sengaja dijual kepada para pendemo menolak UU Cipta Kerja pada 6 sampai 8 Oktober lalu.

“Tujuannya agar para pendemo memiliki keberanian di luar batas dan berani melawan dan menyerang petugas,” bebernya.

“Nah, tiga pelaku ini juga buruh di salah satu pabrik di Cianjur,” imbuh Rifai.

Sampai saat ini, sambung Rifai, pihaknya masih melakukan pengembangan.

“Tidak menutup kemungkinan ada penangkapan lainnya,” tandas Rifai.

Atas perbuatannya, para pelaku diancam hukuman penjara selama lima tahun.(ruh/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • NU Bukan Padanan Gus Nur, Andi Arief: Jika Maafkan, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah.
  • Sindir Kebakaran Kejagung, Tengku Zulkarnain: yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru