Geografis Jawa Tengah Jadikan Potensi Bencana Alam di Wilayahnya Tinggi

TEGAL - Karena letak geografisnya, Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang rentan bencana. Bencananya pun cukup beragam.

Itu disampaikan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Messy Widiastuti saat talk show siaga bencana di 104.4 Radio Radar CBS, Minggu (21/2) siang. Hadir dalam kegiatan itu anggota Komisi D, Sarei Abdul Rosyid dan Masfui Masduki serta MG Marhaenis Manto dari Komisi C.

Menurut Messy, Jawa Tengah terdiri dari daerah pegunungan dan perbukitan. Sehingga bencana yang terbanyak yakni longsor. Kemudian disusul banjir, kebakaran, kekeringan dan puting beliung.

"Inilah yang menyebabkan Jawa Tengah menjadi daerah terbanyak kedua yang dihantam bencana di Indonesia. Wilayah geografis yang memungkinkan terjadinya bencana alam," katanya.

Menurut Messy, bencana alam tidak sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Namun juga perlu peran masyarakat untuk mengantisipasinya.

"Sekarang yang perlu dilakukan adalah Antisipasi sebelum bencana terjadi. Paradigma perlu berubah, mengantisipasi sebelum terjadi bencana," tandasnya.

Sementara Masfui Masduki menyebut, saat ini ada 2 bencana yang melanda, yakni covid-19 dan alam. Berbicara terkait anggaran untuk infrastruktur, mengalami recofusing Rp1,4 Miliar sehingga besar sekali pengurangannya.

"Kemudian penanganan infrastruktur juga terkait dengan kewenangan. Ada Nasional, Provinsi dan Pemkab. Kita baru akan mengadakan rapat banggar akhir Februari ini," ujarnya.

Menurut Masfui, yang perlu dilakukan yakni fungsi koordinasi dalam rangka penanggulangan bencana alam. Tidak hanya tanggung jawab BPBD, namun bersama.

Marhaenis Manto mengatakan berbicara tentang keuangan, saat ini pendapatan provinsi berkurang karena pandemi. Sehingga rata-rata belum memenuhi target PAD.

"Ditengah berkembangnya covid-19 ditambah dengan bencana lain ada banjir dan longsor, kita perlu berdoa memohon kepada tuhan agar virus dan bencana bisa," jelasnya.

Sarei Abdul Rasyid mengingatkan, ditengah bencana alam yang terjadi, tetap perlu memperhatikan protokol kesehatan. Sebab, hingga saat ini pandemi covid-19 belum berakhir.

"Kepada seluruh masyarakat di Dapil XII walaupun di tengah bencana banjir dan longsor masyarakat menjaga protokol kesehatan agar terhindar dari covid-19," pungkasnya. (muj/zul)

Baca Juga:

  • Tolak Keras Investasi Miras dari Tahanan, Habib Rizieq: Miras Induk dari Semua Bentuk Maksiat.
  • Ketua DPC Kabupaten Tegal Dipecat, Bantah Terima Duit Rp30 Juta.

Berita Terkait

Berita Terbaru