Gibran Disebut Tidak Punya Prestasi, Megawati Disarankan Tidak Usung di Pilgub Jateng

JAKARTA - Terpilih sebagai wali kota Solo dikarenakan adanya pengaruh dari orang tuanya, Joko Widodo yang presiden, Gibran Rakabuming Raka dianggap tidak cocok diusung oleh PDI Perjuangan.

Terutama untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah pada 2024 nanti.

Gibran dinilai tidak punya prestasi saat jadi wali kota Solo Selain itu, Gibran bukanlah siapa-siapa apabila Joko Widodo tidak jadi presiden.

Hal ini seperti dikatakan Direktur Gerakan Perubahan Muslim Arbi. Menurutnya, Gibran bisa menjadi wali kota Solo karena orang tuanya yaitu Jokowi yang merupakan presiden.

"Suatu jabatan KKN yang belum terjadi di masa presiden sebelum Jokowi. KKN makin Subur di era Jokowi. Padahal soal KKN sudah dilarang di dalam Tap MPR," ujar Muslim, Minggu (8/5).

Menurut Muslim, setelah terpilih sebagai wali kota Solo, Gibran tidak memiliki prestasi apapun. Namun demikian, yang menonjol malah terindikasi terlibat dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Salah satu yang disorot adalah terkait dugaan perdagangan saham dengan perusahaan pembakar hutan seperti yang dilaporkan oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tidak ada prestasi apa pun, malah Gibran maju sebagai Gubernur Jawa Tengah? Tidakkah kenekatan ini bikin Jateng sebagai provinsi basis PDIP alami kemiskinan seperti di masa Ganjar?" kata Muslim.

Muslim menyarankan, agar Jokowi tidak memberikan izin untuk Gibran maju sebagai gubernur Jawa Tengah.

"Sebaiknya PDIP cari tokoh lain yang baik dan berkualitas untuk pimpin Jateng," pungkas Muslim dikutip dari RMOL.id. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru