Gibran Maju Pilgub Jateng atau Jakarta, Pengamat: Kalau di Jateng, Tidur Aja Bisa Menang

JAKARTA - Jika maju menjadi calon gubernur (cagub) Jawa Tengah, peluang Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka lebih besar menang daripada di Pilgub DKI Jakarta 2024 mendatang.

Analisa itu disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam diskusi total politik bertema Batu Loncatan Gibran di Kontestasi Pilgub DKI 2024”, Sabtu (25/6) sore.

“Gibran ini tidur saja pasti menang kalau di Jateng," kata Adi Prayitno.

“Coba bayangkan ini belum paripurna tetapi Walkot popularitasnya itu sudah 76 persen elektabilitas secara tertutup sudah 28 persen,” sambungnya.

Adi mengurai ada beberapa faktor yang memengaruhi elektabilitas Gibran sehingga bisa dianggap publik bukan pendatang baru jika ikut berlaga di Pilgub DKI Jakarta.

“Magnet politik Gibran ada 3. Pertama anak presiden, kedua faktor PDIP, yang ketiga Walkot solo, dan paling dominan itu nomor dua,” katanya.

Sementara itu, rencana mengusung Gibran pada Pilgub DKI Jakarta atau Jateng di 2024 nanti dianggap sarat akan motif politik internal PDI Perjuangan dengan Presiden Joko Widodo untuk Pilpres 2024.

Pasalnya, belakangan Jokowi ramai diperbincangkan menjagokan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Sementara, PDIP dikabarkan menyiapkan Puan Maharani sebagai calon presiden.

“Artinya, dengan dijanjikaknnya Gibran oleh PDIP untuk cagub dua tiket. Tiket pertama keluarga Pak Jokowi tetap mencalonkan diri di 2024, tapi secara bersamaan dengan sendirinya keluarga Pak Jokowi harus ikut bersama PDIP untuk pencalonan capres,” kata Ray Rangkuti.

“Istilahnya ikat Gibrannya supaya bapaknya ikut. Jadi, bukan bapaknya yang diikat supaya anaknya ikut,” sambungnya.

Ray menilai, PDIP membutuhkan kewibawaan Jokowi sebagai bahan 'jualan' kader PDIP yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang. Dengan begitu, PDIP menginginkan Jokowi dan keluarga tetap berada dalam satu rumah PDIP hingga nanti.

Ia bahkan menilai, bisa saja Walikota Medan Bobby Nasution juga berpotensi dicalonkan menjadi Gubernur Sumatera Utara guna 'mengikat' Jokowi lebih erat.

Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, juga menyoroti fenomena Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang ikut memberikan dukungan kepada Gibran untuk maju dalam Pilgub DKI Jakarta atau Jawa Tengah.

Menurut Ray, dukungan itu malah memperkuat hipotesanya bahwa Gibran memang 'alat' untuk mengikat Jokowi dalam mendukung jagoan Capres 2024.

"Saya kira justru itu makin menguat karena asumsi yang setidaknya sampai sekarang. Orang menduga bahwa PDIP dengan Gerindra akan berkoalisi dalam Capres 2024, jadi membutuhkan wibawa Pak Jokowi," demikian Ray. (rmol/zul)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru