Gudang Pakan Ternak di Brebes Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

BREBES - Musibah kebakaran terjadi di Kabupaten Brebes. Kali ini, musibah kebakaran menimpa sebuah gudang pakan ternak di Kecamatan Brebes, Sabtu (31/7) sekitar pukul 18.00 WIB.

Data yang diterima dari Tim Damkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Brebes menyebutkan, gudang pakan tersebut diketahui milik Wibisono.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh seseorang warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

"Untuk korban jiwa nihil, sedangkan untuk total kerugian kita belum bisa memperkirakan berapanya," ujar Kasatpol PP Kabupaten Brebes Supriyadi.

Dijelaskannya, dalam proses pemadaman kebakaran tersebut pihaknya melibatkan sejumlah personel. Di antaranya, anggota Damkar Pos Brebes, Anggota Pos Tanjung dan Anggota Damkar Kabupaten Tegal.

"Dan tadi ada satu unit mobil tangki Tegal yang juga kita siapkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan guna mencegah terjadinya kebakaran kembali," jelasnya.

Pemilik gudang Wibisono menuturkan, dirinya tidak tahu penyebab persis kebakaran yang terjadi di gudang miliknya. Saat kejadian, dirinya sedang berada di Tegal.

"Saya kan tidurnya di Tegal, jadi saya tidak tahu persis. Kalau untuk isinya, pakan ternak dan beberapa kardus," tuturnya kepada wartawan.

Saat disinggung mengenai total kerugian, dirinya menjawab, kurang lebih mencapai ratusan juta rupiah.

"Kalau untuk penyebab sendiri saya kurang tahu. Dan setiap hari memang di gudang ini ada transaksi (jual beli)," ucapnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Brebes Iptu Iwan Sujarwadi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dan penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut.

"Memang ada kebakaran (gudang pakan ternak). Tapi, sampai saat ini tim kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran ini," pungkasnya. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Keren... Lokomotif Tua Buatan Jerman Sudah Diparkir di Taman Pancasila, Bakal Ada Lampu dan Suaranya.
  • Yusril Ihza Mahendra Dinilai Tidak Punya Etika sebagai Salah Satu Ketum, Mengkhianati Demokrasi demi Kepentingan Pribadi.

Berita Terkait

Berita Terbaru