Gunakan Pendekatan Industri 4.0, SHARP Indonesia Raih Beragam Penghargaan

JAKARTA - Sejak awal Maret, industri elektronik di dunia dan Indonesia mengalami tekanan akibat mewabahnya Covid-19. Berbagai kebijakan diterapkan untuk mengamankan negara yang berdampak pada tertekannya sector industri, terlebih di bidang elektronik yang gagal mencapai pertumbuhan sebesar 10% pada Q1 2020.

Kendati demikian PT SHARP Electronics Indonesia (SEID) berhasil keluar dari tekanan dan dapat mempertahankan performa positif. Ini dibuktikan dengan raihan empat penghargaan yang ditorehkan oleh SEID kuartal kedua tahun 2020.

Berupaya untuk beradaptasi dengan keadaan, SEID melakukan berbagai inovasi dari langkah produksi, pemasaran, hingga publikasi. Misalnya, aktivitas branding dan pemasaran kini telah mencapai 80% memanfaatkan saluran digital yang dimiliki perusahaan seperti sosial media Instagram, Facebook, Whatsapp, hingga yang berbasis aplikasi seperti SHARP.id dan e-commerce.

Selain beradaptasi, langkah ini juga menjadi dukungan SHARP atas program pemerintah ‘Making Indonesia 4.0’, yang memanfaatkaan penggunaan teknologi dalam pelaksanaanya. Seperti yang diketahui, industry elektronik merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas pemerintah dalam pengembangan program ini.

Terbukti setelah beradaptasi dengan pendekatan baru ini, SEID dapat bertahan dan bahkan tumbuh di tahun 2020. Hal ini tercermin dari performa penjualan di kuartal pertama tahun 2020, dimana SHARP berhasil mencapai pertumbuhan penjualan produk sampai dengan 155%.

Pada 10 Juni lalu, SHARP secara resmi meluncurkan 2 produk ponsel pintar sebagai lini terbaru di tahun ini. Melalui langkah ini SEID juga berupaya untuk mengukuhkan diri sebagai perusahaan penyedia alat elektronik yang memiliki lini produk yang lengkap bagi masyarakat Indonesia.

Sr. Sales General Manager PT SHARP Electronics Indonesia Andy Adi Utomo mengatakan SHARP selalu berupaya memberikan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan pertumbuhan produk yang masih konsisten hingga saat ini, membuktikan perusahaan berada di jalur yang tepat.

“Selain pertumbuhan penjualan, upaya yang dilakukan oleh SHARP sepanjang 2020 pun mendapatkan apresiasi dari pihak eksternal, pasalnya sampai dengan pertengahan tahun ini PT SHARP Electronics Indonesia telah meraih enam penghargaan dengan 15 kategori penghargaan prestisius berskala nasional,” tandasnya.

Di kuartal kedua ini, SEID berhasil meraih penghargaan Top Brand Award 2020 untuk kategori Air Purifier, produk penjernih udara dengan teknologi Plasmacluster hanya dari SHARP mampu menduduki peringkat pertama. Pada penghargaan ini, SHARP mendapatkanTop Brand Index (TBI) untuk kategori Air Purifier 16.7%.

Penghargaan ini menilai setiap merek lewat tiga aspek diantaranya, mind share, market share, serta commitment share. Untuk mendapatkan penilaian objektif dilakukan penelitian di 15 kota di Indonesia yang melibatkan total 12.200 responden.

Penghargaan prestisius lainnya yang dibawa pulang oleh SEID adalah The Most Experiental Brand Activation Award 2020, penghargaan tahunan bagi kreativitas brand activation di Indonesia dalam menjangkau target audience masing-masing.

Selain itu juga memenangkan kategori “The Best Field Activation 2020”, The Most Experiental Brand Activation Award 2020 mengapresiasi kinerja tim digital perusahaan melalui upayanya agar dapat merencanakan strategi digital campaign yang kreatifdan juga relevan dengan kebutuhan pasar.

Selain itu, beber Andry, penghargaan ini juga dinilai melalui kualitas eksekusi kontennya berikut dengan performanya. Seperti amplifikasi dan apresiasi dari masyarakat terhadap campaign yang disampaikan.

Penjurian dilakukan oleh praktisi berpengalaman seperti Dr. Bambang Sukmawijaya selaku Brand Scientist, Strategic & Culturalist Univesitas Gajah Mada, Dr Ahmad Edhy Aruman selaku Senior Editor Majalah Mix MarCommdan SWA Media Group, Adi Wijaya selaku praktisi senior Brand Activation, dan Tunggul David selaku dosen Marketing Communication LSPR Communication & Business Institute.

Selain skala nasional, SEID juga berhasil meraih penghargaan pada tingkat regional, seperti Solo Best Brand & Innovation (SBBI) 2020. Penghargaan yang digunakan untuk mengukur kekuatan merek di Kota Solo dan sekitarnya ini, mengadakan riset rutin yang dilaksanakan tiap tahun.

Survei dilakukan dengan berbasis pada kekuatan merek (brand equity). Survey dilakukan dengan multistage sampling sebanyak 14.103 responden yang dilaksanakan oleh Solo Research.

Hasil ini menunjukkan bahwa SHARP masih menjadi brand yang dipercaya oleh warga Solo dan sekitarnya. Bagi konsumen di Solo dan sekitarnya, hasil riset ini bias menjadi referensi saat akan memilih brand tertentu, pasalnya melalui penghargaan ini cukup mempengaruhi penilaian kualitas produk di mata konsumen.

Kamis (25/6) lalu, SEID melalui performa apiknya di ranah digital kembali berhasil meraih penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2020. Apresiasi ini didapatkan perusahaan atas dasar 3 parameter, yaitu survei digital (suarapublik) lewat Search Engine Based, Social Media Based dan Website Based.

Adapun produk SHARP memuncaki 5 kategori dari penghargaan ini, seperti lemari es dengan skor 19,50%, TV LED dengan skor 17,75%, pendingin ruangan 12,02%, mesin cuci 8,61%, dan Vacuum Cleaner dengan skor 23,15%. Survey ini dilakukan melalui metode online quantitative yang melibatkan responden berusia 19-36 tahun, atau yang lebih umum disapa dengan generasi Millenials dan Gen Z.

Torehan ini membuat SEID semakin percayadiri untuk menciptakan produk-produk elektronik bagi masyarakat Indonesia. “Terima kasih atas apresiasi dari berbagai pihak terkait, kami juga ingin berterimakasih kepada masyarakat Indonesia, karena torehan ini tidak terlepas dari kepercayaan public terhadap SHARP. Momen ini menjadi oase di tengah tekanan pandemi, sekaligus mendorong kami untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” tutup Andry. (*/zul)

Baca Juga:

  • Dinobatkan sebagai Rest Area Terindah di Indonesia, Ganjar Terpukau saat Mampir Makan Siang di Rest Area 456.
  • Jadi Rebutan AS dan China, Indonesia Harus siap-siap Hadapi Perang Dunia III.

Berita Terkait

Berita Terbaru