Guru Ngaji yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Dalam Sumur, Ternyata Dibunuh Suami Pembantunya

BOGOR - Teka-teki pembunuhan terhadap Atikotul Mahya (28), Minggu (1/11) lalu, akhirnya terungkap. Guru ngaji itu ternyata dibunuh suami pembantunya sendiri, yang berprofesi sebagai sopir lepas.

Kapolsek Cibinong, AKP I Kadek Vemil mengatakan pelaku berinisial K alias A itu, mengabisi perempuan yang akrab disapa Bunda Maya, lantaran sakit hati. Pelaku kalap, karena kerap ditagih untuk membayar utangnya sebesar Rp1 juta.

“Motifnya sakit hati. Dibunuh lebih dahulu sebelum dibuang ke dalam sumur,” kata Kadek Vemil, Rabu (4/11) kemarin.

Korban ditemukan meninggal dunia tanpa busana di dalam sumur pada Selasa (3/11) sekitar pukul 07.00 WIB. Polisi kemudian memeriksa pembantu rumah tangga korban sebagai saksi.

“Pelaku merupakan suami dari pembantu rumah tangga korban, berinisial K alias A. Dia sakit hati karena ditagih hutang oleh korban,” jelas Kadek.

Dia menjelaskan, pelaku memasuki rumah korban pada Minggu (1/11) malam, melalui jendela. Saat korban pulang ke rumah dari acara Maulid Nabi, sekitar pukul 21.30 WIB, pelaku langsung menyekap mulut korban hingga terjatuh.

Tidak hanya itu, pelaku juga menginjak dan menendang bagian kepala serta leher korban, hingga gigi bagian depan korban patah.

“Saat sedang sekarat, pelaku lalu memasukkan korban ke dalam sumur yang ada di belakang rumah,” katanya.

Pada awal Oktober lalu, pelaku sempat meminjam uang kepada korban sebesar Rp500 ribu. Selang seminggu, pelaku kembali meminjam uang dengan nominal yang sama, sehingga totalnya Rp1 juta.

Pelaku meminjam uang dengan alasan untuk membayar sewa mobil karena akan pulang ke Jawa. Namun di sana, pelaku tak mendapat uang seperti yang diperkirakan.

“Prediksi pelaku mendapat uang saat di Jawa meleset. Pelaku pusing dan bingung membayar hutang ke korban,” ujar Kadek

Di pertengahan bulan Oktober, guru ngaji ini sempat menagih uang yang dipinjamkan pada pelaku. Di situ, korban merasa sakit hati ditagih utangnya dan merencanakan pembunuhan.

Hingga akhirnya, Minggu (1/11), sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku masuk lewat jendela saat korban baru pulang dari acara maulid nabi. Di dalam rumah, korban hanya bertiga dengan dua anaknya yang sudah tertidur.

Sementara suami korban masih di musala karena mendapat tugas menjadi MC maulid nabi. Saat korban berada di ruang tamu, pelaku langsung membawanya ke dapur dan dihabisi dengan cara ditendang dan dipukuli dengan tangan kosong hingga gigi korban copot.

Usai korban tak berdaya, muncul ide untuk membuang korban ke dalam sumur di belakang rumahnya. Pelaku lalu memindahkan korban dari dapur dan membuangnya ke sumur dengan posisi kepala di bawah.

Saat itu korban belum meninggal, dan masih dalam keadaan sekarat. “Pengakuan pelaku sudah merencanakan dari pertengahan bulan. Setelah dihabisi, dari situ pelaku ada ide membuang ke dalam sumur. Jadi motifnya sakit hati,” terangnya.

Usai membunuh, pelaku mengambil HP korban dan menggadaikannya. Sebelum digadaikan, pelaku sempat menghidupkan HP untuk menghapus data-data.

“Dari situ kita melakukan pengejaran dan pelaku berhasil ditangkap. Pelaku berprofesi sebagai sopir lepas, kadang jadi sopir travel, atau kalau ada yang rental dia juga biasa nyopirin,” terangnya.

Pelaku ditangkap, Rabu (4/11), saat sedang berbelanja di warung. Pelaku dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman penjara 20 tahun. (pojoksatu/zul)

Baca Juga:

  • Sesuai UU Penerbangan, Ahli Waris Korban Meninggal Sriwijaya Air Terima Rp1,25 Miliar Per Penumpang.
  • Marah ke Ribka Tjiptaning, Pendukung Jokowi: Anda Tahu Sopan Santun Tidak.

Berita Terkait

Berita Terbaru