Gus Miftah: Ulama Teduh Itu Janji Akan ke Jogya, Tapi Belum Terlaksana

JAKARTA - Banyak pendakwah di Tanah Air yang mempunyai kenangan tersendiri dengan mendiang Syekh Ali Jaber. Sehingga kabar meninggalnya ulama kharusmatik asal Madinah itu menjadi kabar duka yang mengagetkan bagi mereka.

Salah satu di antaranya seperti yang diungkapkan Gus Miftah. Melalui akun Instagram pribadinya, pemilik nama asli Miftah Maulana Habiburrahman itu mengunggah momen dirinya bersama ulama teduh itu.

Dalam video tersebut, Gus Miftah duduk bersimpuh di depan Syekh Ali Jaber dan memegang tangan almarhum.

Kedua ulama itu juga terlihat memakai faceshield. Keduanya bertemu dalam sebuh kesempatan.

Keduanya tampak berkomunikasi. Sayang, tidak begitu jelas apa yang dikomunikasikan Gus Miftah dengan Syekh Ali Jaber.

Hanya saja, Gus Miftah lantas meminta kepada Syekh Ali agar memimpin doa bersama.

Dalam unggahan itu, pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta tersebut mengaku mendapat kabar duka dari asisten Syekh Ali Jaber.

Gus Miftah lantas mengungkap sebuah janji yang pernah dilontarkan Syekh Ali Jaber.

“Guru @syekh.alijaber engkau berjanji mau datang ke pondok Jogja,” ungkapnya.

“Kita janjian nginep di villa guru di Bogor, guru mau masakin nasi mandi,” tambah Gus Miftah.

Sayangnya, semua rencana itu sama sekali belum terlaksana.

Gus Miftah pun mengungkap kesedihan mendalam dan kehilangan atas berpulangnya Syekh Ali Jaber.

“Belum terlaksana itu semua engkau telah berpulang, Allah lebih sayang ke guru, walau kami masih sangat mengharapkan wejangan dan nasehat ilmu yang sejuk darimu……. ya Allah,” tadas Gus Miftah.

Kabar meninggalnya Syekh Ali Jaber dibenarkan Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Alhabsyi.

Hal itu disampaikan melalui akun Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber, Kamis (14/1).

“Innalilahi wa Inna Ilahi Rijou, telah wafat Guru kita, Syekh Ali Jaber (Ali Saleh Mohammed Ali Jaber),” tulisnya sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

Disebutkan, penceramah teduh itu meninggal dunia pada Kamis 14 Januari 2021 di Rumah Sakit Yarsi.

“1 Jumadil Akhir 1442 H. Jam 08.30 WIB dalam keadaan Negatif Covid,” sambungnya.

Pihaknya juga meminta umat Islam agar mengikhlaskan berpulangnya, ulama asal Madinah, Arab Saudi itu.

“Kita ikhlaskan kepulangan beliau kepada Rabbnya,” katanya.

Pihaknya juga memohon agar dimaafkan segala kesalahan almarhum.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau. Do’akan Syekh Ali ya..” tandasnya. (pojoksatu/zul)

Baca Juga:

  • Sesuai UU Penerbangan, Ahli Waris Korban Meninggal Sriwijaya Air Terima Rp1,25 Miliar Per Penumpang.
  • Marah ke Ribka Tjiptaning, Pendukung Jokowi: Anda Tahu Sopan Santun Tidak.

Berita Terkait

Berita Terbaru