Hanya Bahas Impor, Ukraina Bantah Jokowi Bawa Pesan Zelensky untuk Putin, MUI: Yang Benar Mana?

JAKARTA - Pesan dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy untuk Presiden Rusia, Vladimir Putin yang disebut dibawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung dibantah Ukraina. Menurut mereka, Jokowi dan Zelenskyy hanya membahas soal importir bahan pangan yang sedang terkendalah karena invasi Rusia.

Bantahan Pemerintah Ukraina pun ikut ditanggapi Ketua Mejalis Ulama (MUI) Indonesia (MUI), Kiai Cholil Nafis. Dia terang-terangan mempertanyakan kebenaran berita tersebut.

Apalagi di Tanah Air sudah digembar-gemborkan, jika Jokowi disebut-sebut membawa misi perdamaian untuk kedua negara. Tetapi yang dibahas justru terkait pasokan pangan.

"Beritanya yang benar yang mana ya. Tujuan perdamaian atau perdagangan?" tanya Cholil Nafis melalui Twitter-nya sebagaimana yang dikutip, Senin (4 /7).

Cholil mengatakan, kejujuran sebuah pemberitaan itu penting untuk karakter bangsa Indonesia. "Meskipun keduanya tak ada yang salah tapi kejujuran berita itu sangat penting untuk karakter bangsa," katanya.

Diberitakan oleh media lokal Ukraina, Pravda, bahwa Sekretaris Kantor Presiden Ukraina, Serhii Nikiforov Volodymyr membantah klaim Jokowi yang membawa pesan dari Zelenskyy untuk Putin.

Serhii Nikiforov Volodymyr mengatakan, jika Zelenskyy ingin sampaikan pesan ke Putin, dia akan melakukannya secara terbuka di media. Tidak melalui perantara.

“Jika Presiden Volodymyr Zelenskyy ingin mengatakan sesuatu kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, dia akan melakukannya secara terbuka, dalam pidato hariannya,” kata Serhii Nikiforov.

Dia mengatakan bahwa fokus utama pembicaraan antara Jokowi dan Zelenskyy adalah terkait importir. Mereka tidak berbicara terkat solusi perdamaian.

“Indonesia adalah salah satu importir gandum terbesar dari Ukraina, dan blokade pelabuhan Ukraina adalah fokus utama pembicaraan antara presiden Indonesia dan Ukraina di Kyiv,” katanya.

Serhii Nikiforov menjelaskan bahwa Rusia memikul tanggung jawab penuh atas gangguan ekspor gandum Ukraina ke Indonesia, serta ke bagian lain dunia.

“Dan Rusia akan bertanggung jawab atas krisis pangan yang bisa terjadi kecuali pelabuhan Ukraina segera diblokir,” ungkap Serhii. “Inilah yang dibahas secara detail oleh Volodymyr Zelenskyy dengan Joko Widodo,” pungkasnya. (fin/zul)

Baca Juga:

  • Ditahan di Tempat Khusus Mako Brimob Kelapa Dua, Ferdy Sambo Bisa Benar-benar Dipecat dan Dipidana.
  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.

Berita Terkait

Berita Terbaru