Harga Minyak Goreng Melonjak, Ternyata Ini Pemicunya...

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan faktor kenaikan harga minyak goreng yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Menurutnya, hal itu dipicu oleh kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Saat ini Kemendag menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Rp11 ribu per kg dengan acuan harga CPO internasional sebesar USD500-USD600 per metrik ton (MT). Sementara, saat ini harga CPO telah menyentuh kisaran USD1.250 per MT.

"Maka otomatis, harga minyak goreng dalam negeri pun melonjak. Begitu harganya 2 kali lipat maka harga minyak goreng lebih dari Rp16 ribu," terang Lutfi, Sabtu (20/11/2021)

Bahkan, Lutfi memproyeksikan harga CPO internasional masih akan naik lagi menembus USD1.500 per MT. Penyabab utamnya, karena panen kacang kedelai seluruh dunia bakal terganggu.

"Ini income yang luar biasa untuk Indonesia," ujarnnya.

Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), Sabtu (20/11), harga minyak goreng di berbagai daerah masih berfariatif, di Provinsi Gorontalo harga minyak goreng dijual seharga Rp23.450 per kg. Kemudian diikuti oleh Provinsi Papua Barat seharga Rp20.450 per kg

Sedangkan di DKI Jakarta dan Sumatera Selatan harga dibanderol sebesar Rp19.550 per kg. Adapun, harga minyak goreng termurah ada di Provinsi Maluku Utara di kisaran Rp16.450 per kg. (der/zul)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru