Hari Pertama Rapid Test, 24 Penyelenggara Pemilu Reaktif

PURBALINGGA - Sejak, Rabu (12/8), hingga, Jumat (14/8) besok, para petugas penyelenggara Pemilu wajib mengikuti tes rapid di wilayah kecamatan masing-masing. Total target sampel rapid hingga rampung, 1.611 orang.

Pada hari pertama kemarin, ada 24 orang reaktif tes rapid dan segera menunggu tes swab (PCR). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, drg Hanung Wikantono MPPM menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan dari puskesmas-puskesmas.

Dari sampel diperiksa 1.118 orang yang di tes rapid, ada 24 yang reaktif. “Kami segera menindaklanjuti melalui swab/PCR. Untuk sementara akan dikarantina sesuai aturan yang berlaku,” katanya, Rabu (12/8) sore.

Komisioner KPU Purbalingga Divisi Partisipasi Masyarakat Parmas Sumber Daya Manusia dan Kampanye, Andri Suprianto menjelaskan, nantinya tak kurang dari 1.611 personel penyelenggara pemilu menjalani Tes Rapid untuk memastikan tidak terinfeksi virus Corona.

Ribuan orang meliputi komisioner KPU beserta sekretariat 33 orang, anggota 18 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan sekretariat 114 orang. Serta anggota 239 Panitia Pemungutan Suara (PPS) beserta sekretariat yang jumlahnua mencapai 1.434 orang.

"Rapid test itu difasilitasi oleh KPU Purbalingga bagi penyelenggara pemilihan bupati 2020," tuturnya.

Rapid test itu untuk memastikan seluruh personel KPU beserta seluruh Badan Adhoc dalam kondisi sehat selama menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pilbub 2020. Hal itu mengacu pada Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati dalam pandemi Covid-19.

"Bila dari hasil rapid test ada yang dinyatakan reaktif, yang bersangkutan tidak diganti. Hanya diminta melakukan isolasi mandiri, dan ikuti saran dari Dinkes," ujarnya.

Meski begitu, KPU Purbalingga belum memiliki data hasil tes rapid yang dilakukan di semua kecamatan. Karena laporannya belum masuk. “Kami belum bisa mengatakan hasil. Karena menunggu laporan tiap puskesmas yang ikut membantu pelaksanaan tes rapid,” katanya. (amr/zul)

Baca Juga:

  • Temui Ganjar dan Minta Maaf, Dedy Yon: Kota Tegal Harus Steril, Keramaian di Alun-alun dan Obyek Wisata Akan Ditutup.
  • Usahanya Ada yang Disuntik Rp71 Miliar, Harta Gibran Hanya Rp21 Miliar, Iwan Sumule: Bulshitts Banget!.

Berita Terkait

Berita Terbaru