oleh

Cerita Mahasiswa Wuhan Asal Tegal: Virus Corona Muncul Kali Pertama dari Pasar Ikan

TEGAL – Kumala Tris Santa (24), mahasiswa yang kuliah di Wuhan, Cina asal Kelurahan Kraton, Tegal Barat, Kota Tegal, Rabu (19/2), meminta masyarakat tidak paranoid, kepada WNI yang baru saja dikarantina di Natuna.

“Tolong buat masyarakat Indonesia, utamanya yang di Tegal. Nggak usah terlalu Parno lah sama kita yang baru pulang dari Natuna,” pintanya.

Menurut Mahasiswi Universitas Wuhan itu, dia bersama WNI lainnya sudah diobservasi 14 hari, sesuai anjuran Badan Kesehatan Dunia atau WHO, dan dinyatakan sehat. Saat di Natuna, beber Kumala, tim medis setiap pagi dan sore selalu memeriksa kondisi kesehatannya.

“Mulai dari suhu tubuh sampai dengan kondisi tenggorokan. Karena ada dokter tenggorokan dan dokter-dokter lainnya yang siap memantau kesehatan peserta observasi,” ungkapnya.

Diungkapkan Kumala, virus corona kali pertama muncul di salah satu pasar ikan yang ada di Wuhan. Baru kemudian mulai menyebar ke seluruh Wuhan dan provinsi lain di Cina, bahkan ke beberapa negara.

“Saat itu untungnya kampus memang sedang libur, jadi tidak ada kegiatan tatap muka ketika virus corona kali pertama terdeteksi,” ujar Kumala sambil mengingat momen dirinya saat berada di asramanya di Kota Wuhan.

Setelah seminggu virus corona mulai menyebar, rinci Kumala, dia masih berada di asrama. Kampus yang sebelumnya tidak memberi makanan, waktu itu memberikan makanan untuk seluruh mahasiswa yang tinggal di asrama.

“Bahkan pihak kampus juga memberikan kebutuhan medis seperti masker dan sabun cuci tangan,” ujar dia.

Mengenai bantuan dari Pemerintah Indonesia, Kumala mengatakan, dia menerima bantuan dalam bentuk uang. Itu lalu digunakannya untuk membeli kebutuhan pokok selama masa isolasi yang dilakukan Pemerintah China terhadap Kota Wuhan.

“Baru kemudian setelah seminggu, semua WNI dijemput menggunakan satu bus untuk kembali ke Tanah Air,” tambahnya lagi.

Saat ini Kumala sudah semester 6 kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Mandarin. Akibat paparan virus corona, sementara kegiatan perkuliahan pelajar internasional cina dilakukan melalui kuliah online, untuk jangka waktu yang belum bisa ditentukan.

“Ya Kalau takut sih wajar, namanya juga manusia. Tapi kalau kita terus takut dan khawatir, aku mikirnya kita jadi malah bikin down diri sendiri. Makanya aku selalu percaya bahwa aku pasti baik-baik aja sih. Buktinya sekarang aku sehat aja, baik aja dan seluruh temen-temen WNI yang aku kenal juga sama baiknya kaya aku. Nggak ada yang terjangkit wabah ini,” pungkas Kumala. (ayu/muj/zul)

Komentar

Berita Terbaru