oleh

Empat Perampok Disergap di Pintu Tol Tegal, Dua Ditembak

SLAWI – Dua anggota sindikat spesialis pembobol rumah kosong terpaksa dilumpuhkan dengan timah polisi, kemarin. Keduanya berusaha.kabur saat hendak diringkus di Pintu Tol Tegal.

Saat ditangkap, polisi berhasil mengamankan senjata api (senpi) rakitan, dan sabu-sabu dari dalam mobil. Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Gunawan Wibisono SIK mengatakan kawanan penjahat itu sebelumnya sempat mencuri mobil Honda Brio warna merah G 8882 SG.

Mobil itu dicuri dari Perumahan Grand Husada Regency Blok D bomor 3 Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna. “Mereka juga menguras sejumlah perhiasan emas, dan setelah dilakukan penyelidikan, tim mendapatkan informasi keberadaan pelaku yang akan kembali melancarkan aksinya di Kabupaten Tegal,” ujarnya saat gelar kasus, Senin ( 24/2) kemarin.

Anggota komplotan itu, yakni Darmaji (44), warga Tembalang Semarang; Fian Rantiono, warga Pendurungan, Semarang; Rahmat Jaelani (31), warga Tambora, Jakarta Barat; dan Dadi Irwanto (30), warga Todanan, Blora.

“Penghadangan kawanan ini melibatkan Satlantas untuk menghentikan mobil Calya warna merah yang digunakan kawanan,” ungkapnya.

Dalam menjalankan aksinya, papar Kapolres, pelaku mengincar rumah yang ditinggal pemiliknya. Mereka mencongkel pintu dan jendela menggunakan linggis dan kunci pas yang sudah dimodifikasi.

“Mobil curian belum sempat dijual, dan digunakan istri salah seorang pelaku untuk berdagang di Kota Semarang. Sementara sabu seberat 0,43 gram dan 0,25 gram dari sisa yang sempat digunakan kawanan untuk meningkatkan stamina dan menambah kepercayaan diri, sebelum beraksi,” bebernya.

Kapolres merinci dua tersangka curat dijerat Pasal 363 KUHP dengan hukuman selama-lamanya 7 tahun. Sementara tersangka yang kedapatan membawa senjata api rakitan dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No. 12/1951 dengan ancaman setinggi-tingginya 25 tahun.

Sementara untuk tersangka pembawa sabu dijerat pasal 132 ayat (1) jo Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1), dengan ancaman hukuman paling rendah 5 tahun penjara. (her/zul)

Komentar

Berita Terbaru