by

Ketua KPK Ikut Terseret Dugaan Kasus Korupsi Rp132 Miliar

JAKARTA – Nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahurui terseret dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan senilai Rp132 miliar di Muara Enim, Sumatera Selatan.

Namanya muncul dalam sidang pembacaan nota keberatan atau eksepsi terdakwa Bupati nonaktif Muara Enim, Ahmad Yani. Menanggapinya, Firli Bahuri dengan tegas mengatakan tak pernah menerima sesuatu dari pihak manapun.

“Saya tidak pernah menerima apapun dari siapapun. Termasuk saat saya jadi Kapolda Sumsel,” kata Firli saat dikonfirmasi, Selasa (7/1) kemarin.

Firli memastikan juga bakal menolak pemberian apapun dari pihak manapun. Tak hanya dirinya, Firli turut memastikan keluarganya turut menolak pemberian yang dilakukan pihak tertentu.

Ia pun menyatakan, tudingan tersebut sejatinya telah dijelaskan sendiri oleh pengacara Ahmad Yani, Maqdir Ismail, dalam eksepsi. Bahwa dia tak pernah menerima pemberian dari siapapun.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menjelaskan, eksepsi yang diajukan terdakwa sebenarnya merupakan bantahan bahwa Firli pernah menerima pemberian dari suatu pihak.

Ia pun menyampaikan, tudingan tersebut juga tak memiliki keterkaitan dengan surat dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

“Ini poin sebenarnya di situ. Tidak ada. Namun balik lagi ke dalam surat dakwaan,” kata Ali Fikri.

Ali Fikri pun mempersilakan publik mengikuti persidangan Ahmad Yani yang bersifat terbuka untuk umum. Hal ini guna memastikan apakah benar terdapat pemberian terhadap Firli Bahuri.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (7/1), Maqdir Ismail, kuasa hukum Ahmad Yani mengungkapkan, nama Firli muncul dari penyadapan KPK atas terdakwa lain dalam kasus ini yaitu Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muara Enim Elfin Muchtar. (riz/gw/zul/fin)

Comment

Berita Terbaru