oleh

Kota Tegal Bakal Diserbu Urbanisasi

TEGAL – Kabupaten Brebes dan Tegal sedang bersemangat membuka diri dan lahan untuk industri. Hal ini akan mempengaruhi struktur ekonomi kedua daerah tersebut.

Sehubungan dengan itu, Pengamat Perancangan Kota Abdullah Sungkar menegaskan, Kota Tegal harus lebih siap menerima dampak negatif industrialisasi di hinterlandnya (sekitarnya) itu.

Industrialisasi di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal akan mendesak sektor pertanian di hinterland Kota Tegal. Tidak saja dari lahannya, tapi juga dari tenaga kerjanya.

Di samping itu, eskalasi harga tanah pada zona industri dan peruntukan industri akan membuat pengadaan rumah murah semakin sulit diselenggarakan Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal.

“Migrasi penduduk yang tidak tertampung pada sektor industri formal, hanya punya satu pilihan rasional terdekat yakni Kota Tegal. Mungkin belum sekarang, tapi saatnya akan tiba arus urbanisasi yang lebih deras,” kata Sungkar, Sabtu (18/1) lalu.

Apa yang harus dipersiapkan Kota Tegal? Sungkar menyampaikan, kesenjangan atau backlog kepemilikan rumah masih sangat besar di tengah harga tanah yang semakin tinggi.

Akibatnya, penduduk Kota Tegal selama 20 tahun (1999-2019) masih belum menembus angka 300.000 jiwa. Ini karena migrasi ke lahan murah di Mejasem dan sekitarnya.

Pengembangan Central Business District (CBD) relatif lambat dibanding tuntutan ruang bisnis baru. Akibatnya, sektor informal seperti kaki lima akan semakin sulit dikelola.

Kota Tegal masih berkutat di Pasar Pagi dan Jalan Ahmad Yani, Diponegoro, serta Sultan Agung. “Belum terlihat antisipasi kepungan jalan tol dan by pass jalingkut,” ungkap Sungkar

Sungkar menyebut itu sebagai perangkat kerasnya. Sedangkan perangkat lunaknya seperti Perda RTRW, RDTRK, dan pembagunan berbasis komunitasnya juga perlu disiapkan.

Terakhir, perangkat lunak kependudukan agar pendataan by name by address lebih mudah dikelola. Dalam jangka menengah dan panjang, Sungkar melihat Brebes dan Slawi akan menjadi kota skala menengah yang sejajar dan bersaing dengan Kota Tegal.

Sementara desa-desa akan semakin berkarakter kota (urbanized). “Sekarangpun sesungguhnya sudah mulai kita rasakan gejalanya,” jelas Sungkar. (nam/zul)

Komentar

Berita Terbaru