oleh

KPK Harus Transparan soal Bocornya Sprinlidik Wahyu Setiawan

JAKARTA – Koalisi Freedom of Information Network Indonesia (FOINI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbuka soal dugaan kebocoran surat perintah penyelidikan (sprinlidik) atas nama Wahyu Setiawan ke publik.

KPK dan Dewan Pengawas (Dewas) harus membeberkan ke publik siapa aktor yang sengaja membocorkan informasi rahasia tersebut. Perwakilan FOINI Wana Alamsyah turut mendesak Dewas KPK untuk melaporkan pihak yang diduga membocorkan sprinlidik ke polisi.

Hal ini, menurutnya, dapat dilakukan jika mengacu pada mekanisme hukum pidana sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Dewan Pengawas KPK harus menelusuri aktor yang memberikan informasi sprinlidik atas nama Wahyu Setiawan kepada Masinton Pasaribu,” ujar Wana kepada awak media, Jumat (17/1) kemarin.

Polemik ini bermula saat Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu menunjukkan sepucuk surat yang diklaim merupakan sprinlidik kasus dugaan suap Komisioner KPU nonaktif Wahyu Setiawan di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (14/1) lalu.

Berdasarkan tangkapan layar, sprinlidik itu ditandatangani oleh mantan Ketua KPK Agus Rahardjo 20 Desember 2019. Wana menyatakan sprinlidik bukan merupakan informasi terbuka untuk publik berdasarkan situs resmi KPK.

Jika mengacu pada Pasal 17 huruf a UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, kata Wana, tindakan yang dilakukan Masinton diduga dapat menghambat proses penyelidikan dan penyidikan. Atau bahkan membahayakan keselamatan serta kehidupan penegak hukum.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri menegaskan, pihaknya tak mengetahui secara persis sumber Masinton mendapatkan sprinlidik tersebut. Ia pun meragukan keaslian surat tersebut.

“Karena yang jelas bahwa kami dari KPK tidak pernah memberikan surat perintah penyelidikan kepada pihak manapun selain pihak-pihak yang berkepentingan langsung dengan perkara. Sudah sangat jelas,” tutur Ali Fikri. (riz/gw/zul/fin)

Komentar

Berita Terbaru