oleh

NU Tegal Minta Buku yang Sebut NU Radikal Ditarik

TEGAL – Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Tegal meminta buku tematik kelas V SD ditarik. Karena pilihan kata yang digunakan tidak tepat, sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Wakil Ketua 3 PCNU Kota Tegal Rismono menjelaskan, penyebutan kata radikal untuk NU adalah pilihan yang tidak tepat. Meskipun konten buku menyebut peristiwa yang diangkat adalah masa penjajahan antara 1920-1927-an.

Menurut dia, masih banyak kata atau kalimat yang lebih tepat dan bijaksana untuk menggambarkan semangat perlawanan terhadap penjajah saat itu.

Ditambahkannya, seharusnya sebuah karya, apalagi buku yang dibaca dan dipelajari siswa, sebelum angkat cetak dan edar, sudah melalui beberapa tahapan verifilasi. Dan yang paling penting harus pula dilakukan cek dan ricek.

“Fungsi editor baik konten maupun bahasa sangat dibutuhkan dan penting, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan setelah dibaca,” jelas Rismono, Minggu (23/2) kemarin.

Rismono menjelaskan bagi sebagian orang, mungkin saja beranggapan kata radikal dalam buku yang dimaksud adalah menggambarkan perlawanan terhadap penjajah atau Belanda saat itu. Sementara sebagian lainnya kata radikal adalah tidak tepat, karena menjustice.

“Lebih bijak sementara buku dimaksud ditarik kembali, atau tidak diajarkan. Selanjutnya dikaji oleh para ahli yang memiliki kompetensi di bidangnya,” pintanya. (mei/zul)

Komentar

Berita Terbaru